Wali Kota Bekasi Minta Dukungan Pemerintah Pusat dan Provinsi dalam Penanganan Banjir

Wali Kota Bekasi Minta Dukungan Pemerintah Pusat dan Provinsi dalam Penanganan Banjir

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mendesak adanya kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam upaya mitigasi dan penanggulangan banjir di Kota Bekasi. Pernyataan tersebut disampaikan Tri Adhianto menyusul peristiwa banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Bekasi baru-baru ini. Dalam sebuah diskusi yang terekam dan diunggah di media sosial, Tri Adhianto menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, khususnya peran Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, bukan hanya saat bencana melanda, tetapi juga dalam upaya pencegahan yang lebih komprehensif.

Tri Adhianto secara spesifik menyebut perlunya dukungan untuk pengerukan sungai guna meningkatkan kapasitas tampungan air. Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan ketinggian tanggul yang saat ini baru mencapai enam meter. “Pengerukan sungai dan peningkatan ketinggian tanggul merupakan langkah krusial untuk mengurangi dampak banjir. Kapasitas tampungan air yang terbatas menjadi salah satu penyebab utama meluasnya genangan air saat hujan deras,” tegas Tri Adhianto. Menurutnya, peningkatan infrastruktur ini membutuhkan dukungan pendanaan dan teknis dari pemerintah provinsi dan pusat.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam kesempatan yang sama, menyatakan komitmennya untuk mendorong pemerintah pusat dalam membangun bendungan di hulu sungai. Langkah ini diyakini mampu mengendalikan debit air yang mengalir ke wilayah hilir, termasuk Kota Bekasi dan Jakarta. Selain pembangunan bendungan, Dedi Mulyadi juga menekankan pentingnya pemulihan fungsi daerah resapan air di wilayah hulu. “Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan bertanggung jawab untuk merelokasi warga yang bermukim di daerah resapan air dan melakukan penghijauan untuk mengembalikan fungsi ekologis kawasan tersebut,” ujarnya.

Banjir yang baru-baru ini terjadi telah melanda tujuh dari dua belas kecamatan di Kota Bekasi. Kecamatan-kecamatan yang terdampak meliputi:

  • Jatiasih
  • Bekasi Selatan
  • Bekasi Timur
  • Bekasi Utara
  • Bantar Gebang
  • Pondok Gede
  • Rawa Lumbu

Lima kecamatan lainnya dilaporkan terbebas dari dampak banjir. Kejadian ini kembali menyoroti urgensi penanganan banjir secara terintegrasi dan kolaboratif antar pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk mencegah kerugian lebih besar di masa mendatang.

Langkah-langkah konkrit yang dibutuhkan meliputi bukan hanya respon darurat, tetapi juga perencanaan jangka panjang yang komprehensif, termasuk studi kelayakan dan analisis dampak lingkungan sebelum melakukan pembangunan infrastruktur baru. Hal ini untuk memastikan solusi yang berkelanjutan dan efektif dalam mengatasi permasalahan banjir yang berulang di Kota Bekasi.