Polemik Jalur Pemandu Tunanetra di Taman Jakarta Pusat: Berujung ke Sungai, Warga Resah
Jalur Pemandu Tunanetra di Taman Jakarta Pusat Jadi Sorotan
Pemasangan jalur pemandu atau guiding block berwarna kuning di Taman Danau Dampelas, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, menuai kritik dari warga. Pasalnya, jalur yang seharusnya membantu penyandang disabilitas, khususnya tunanetra, tersebut justru mengarah langsung ke sungai.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan para pengunjung taman, terutama mereka yang memiliki keterbatasan penglihatan. Warga menilai pemasangan guiding block dilakukan secara serampangan tanpa perencanaan yang matang. Intan, seorang warga yang sering mengajak anaknya bermain di taman, menyayangkan tindakan ceroboh tersebut. Ia mempertanyakan mengapa pemasangan tidak diawasi dengan baik sehingga harus dibongkar setelah viral di media sosial.
"Seharusnya dari awal dicek, jangan sampai sudah dipasang lalu dibongkar lagi. Ini kan buang-buang anggaran," ujarnya.
Intan juga menekankan bahaya yang mungkin timbul jika ada tunanetra yang tidak menyadari jalur tersebut mengarah ke sungai. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang kembali dan pemerintah lebih berhati-hati dalam memasang fasilitas publik.
Kurangnya Koordinasi dan Pengawasan
Keluhan serupa juga datang dari Ketua RT setempat, Chaerul, yang mengaku tidak mendapatkan pemberitahuan terkait pemasangan guiding block tersebut. Ia menyayangkan kurangnya koordinasi antara pemerintah dan pihak RT dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek fasilitas publik di lingkungan warga.
"Tidak ada koordinasi sama sekali. Kami baru tahu setelah guiding block itu dipasang," kata Chaerul.
Ia menambahkan, pembongkaran guiding block juga tidak dikonfirmasikan kepada pihak RT. Meski belum ada laporan mengenai insiden terkait guiding block tersebut, Chaerul menekankan pentingnya keamanan dan kenyamanan warga. Ia berharap pemerintah segera memperbaiki kesalahan dan memastikan fasilitas publik yang dibangun aman dan bermanfaat bagi semua kalangan.
Tanggapan Dinas Bina Marga
Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta mengakui adanya kesalahan posisi dalam pemasangan guiding block tersebut. Koordinator Lapangan Bina Marga, Akhdana, menjelaskan bahwa guiding block tersebut kemungkinan besar dipasang oleh pihak ketiga dan bukan oleh tim Bina Marga. Ia menduga ada kesalahan dalam proses pemasangan sehingga guiding block mengarah ke sungai.
"Ini memang kesalahan. Cukup membahayakan karena langsung mengarah ke sungai," ujarnya.
Akhdana menambahkan, meskipun belum ada laporan insiden terkait guiding block tersebut, pembongkaran tetap dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Saat ini, guiding block yang bermasalah telah dibongkar. Pihak Dinas Bina Marga berjanji akan melakukan evaluasi dan perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Mereka juga akan meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat, dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek fasilitas publik.