GWM Tank 500 Hi4-Z Unjuk Gigi di Tanjakan Terjal Shanghai: Kombinasi Mesin dan Motor Listrik Taklukkan Medan Ekstrem

Di Shanghai, Tiongkok, awak media berkesempatan menyaksikan demonstrasi kemampuan GWM Tank 500 Hi4-Z dalam menaklukkan tanjakan ekstrem. Uji coba ini membuktikan klaim bahwa kendaraan tersebut mumpuni untuk digunakan di medan off-road yang menantang, termasuk tanjakan curam.

Tank 500 Hi4-Z diuji pada tanjakan dan turunan dengan kemiringan mencapai 30 derajat. Hasilnya memperlihatkan bahwa kendaraan ini mampu melibasnya tanpa kesulitan berarti. Umumnya, mobil membutuhkan tenaga ekstra untuk mengatasi tanjakan ekstrem, namun Tank 500 Hi4-Z menunjukkan performa yang stabil dengan putaran mesin yang relatif rendah.

Kemampuan ini didukung oleh kombinasi mesin utama dan motor listrik bertenaga. Saat menanjak dengan kemiringan 30 derajat, Tank 500 Hi4-Z tidak hanya mengandalkan mesin pembakaran internal (ICE). Motor listrik berperan penting dalam memberikan tambahan daya, sehingga menjaga putaran mesin tetap rendah. Selain dibekali mesin Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) 2.0T yang menghasilkan tenaga 185 kW (248 hp) dan torsi 380 Nm, dipadukan dengan transmisi Dedicated Hybrid Transmission (DHT) hibrida tiga kecepatan, kendaraan ini juga dilengkapi dengan motor listrik tambahan yang terintegrasi oleh sistem komputer.

Sistem penggerak roda Tank 500 Hi4-Z diperkuat oleh dua motor listrik yang menghasilkan daya gabungan sebesar 635 kW (851,5 hp) dan torsi puncak mencapai 1.195 Nm. Kombinasi ini membedakan Tank 500 Hi4-Z dari mobil off-road konvensional. Motor listrik depan menghasilkan daya 215 kW (288 hp) dan torsi 400 Nm, sementara motor belakang menghasilkan daya hingga 240 kW (322 hp) dan torsi 415 Nm. Sistem cerdas memungkinkan mesin dan motor listrik bekerja secara independen atau bersamaan, menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi jalan untuk mengoptimalkan performa dan efisiensi.

Ketika digunakan untuk menuruni turunan dengan kemiringan 30 derajat, Tank 500 Hi4-Z dilengkapi dengan sistem yang mampu menjaga laju mobil tetap konstan pada 10 km/jam, bahkan tanpa menginjak pedal rem. Fitur ini memberikan keamanan tambahan bagi pengemudi saat menghadapi turunan ekstrem, yang sering ditemui di daerah dataran tinggi.

Kemampuan ini didukung oleh permukaan trek pengujian yang terbuat dari logam rigid, sehingga roda mendapatkan traksi maksimal. Namun, performa mungkin berbeda ketika kendaraan digunakan di jalan berlumpur atau berpasir.