Penantian 12 Tahun Berbuah Manis: Tukang Kayu Asal Kuningan Akhirnya Berangkat Haji

KUNINGAN, JAWA BARAT - Suasana penuh haru menyelimuti kediaman Rahman (71), seorang tukang kayu asal Desa Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, saat ia dipastikan dapat menunaikan ibadah haji tahun ini. Setelah penantian selama 12 tahun dan sempat tertunda pada tahun 2023, impiannya untuk mengunjungi Baitullah akhirnya menjadi kenyataan.

Momen pelepasan Rahman berlangsung khidmat di rumahnya, Kamis (1/5/2025). Keluarga, kerabat, dan tetangga berkumpul untuk memberikan dukungan dan doa restu. Pengajian digelar sebagai ungkapan syukur dan harapan agar Rahman diberikan kelancaran serta kesehatan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

"Saya sangat bersyukur kepada Allah SWT atas kesempatan ini," ujar Rahman dengan mata berkaca-kaca. Ia menceritakan bahwa pada tahun 2023, niatnya untuk berangkat haji harus tertunda karena keterbatasan biaya dan adanya pembatasan usia. "Biaya haji saat itu naik, dan usia saya sudah melewati batas yang ditentukan. Saya sempat kecewa, tapi saya tidak putus asa dan terus berdoa."

Pada tahun 2024, nama Rahman masuk dalam daftar tunggu, namun belum ada kepastian. Kini, penantian panjang itu membuahkan hasil. Ia dijadwalkan berangkat pada gelombang pertama, tergabung dalam Kloter Sembilan, pada Minggu, 11 Mei 2025.

Rahman akan berangkat seorang diri, karena kondisi ekonomi belum memungkinkan untuk membiayai keberangkatan istrinya, Ecih. Meski demikian, ia merasakan dukungan penuh dari sang istri. "Istri saya selalu memberikan semangat dan mendoakan saya. Dia adalah motivasi terbesar saya," ungkapnya.

Rahman mulai menabung sejak tahun 2013, menyisihkan sebagian kecil dari penghasilannya sebagai tukang kayu. Ia meyakini bahwa ibadah haji adalah panggilan dari Allah SWT. "Allah yang akan memilih siapa yang berhak dan kapan waktu yang tepat untuk seseorang bisa berangkat haji," tuturnya dengan penuh keyakinan.

Kisah perjuangan Rahman sebelumnya sempat menjadi perhatian publik pada tahun 2023, ketika ia harus menunda keberangkatannya karena tidak mampu menutupi biaya tambahan. Namun, dengan tekad yang kuat dan doa yang tak pernah putus, akhirnya ia berhasil mewujudkan impiannya untuk menunaikan rukun Islam kelima.