DPR Apresiasi Kehadiran Prabowo di May Day: Bukti Keberpihakan Negara pada Buruh

DPR Mengapresiasi Kehadiran Presiden Prabowo Subianto di Peringatan May Day

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Moh Rano Alfath, menyatakan apresiasi atas kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Monas. Menurutnya, kehadiran tersebut merupakan manifestasi nyata dari keberpihakan negara terhadap aspirasi dan perjuangan kaum pekerja.

"Kehadiran Presiden Prabowo di tengah-tengah buruh bukan sekadar seremonial, melainkan wujud komitmen yang kuat. Beliau menyampaikan pesan yang menyentuh hati dan menawarkan langkah konkret yang mengindikasikan bahwa negara memberikan perhatian serius terhadap nasib para pekerja," ujar Rano Alfath.

Rano Alfath menekankan bahwa kehadiran Prabowo dalam perayaan May Day memiliki makna historis yang penting. Terakhir kali seorang presiden RI hadir dalam acara serupa adalah pada tahun 1965, ketika Presiden Soekarno berinteraksi langsung dengan para buruh.

"Setelah 60 tahun berlalu sejak kehadiran terakhir Presiden Soekarno di Hari Buruh, Presiden Prabowo hadir dengan visi yang jelas dan keberanian politik untuk menangani isu-isu krusial di bidang ketenagakerjaan," tambahnya.

Legislator tersebut menyoroti rencana Prabowo terkait pembentukan Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional dan penghapusan sistem outsourcing. Ia meyakini bahwa rencana ini merupakan perwujudan dari keadilan sosial.

"Komitmen untuk membentuk Dewan Kesejahteraan Buruh, Satgas PHK, serta memberikan dukungan terhadap gelar Pahlawan Nasional bagi Marsinah, menunjukkan bahwa Presiden memahami isu ketenagakerjaan dari berbagai aspek, termasuk ekonomi, historis, dan keadilan sosial," jelas Rano.

Lebih lanjut, Rano Alfath juga mengapresiasi respons cepat Presiden terhadap aspirasi para pekerja mengenai beban pajak penghasilan (PPh) yang semakin memberatkan. Ia menilai bahwa sikap Prabowo ini mencerminkan keberpihakan pemerintah kepada rakyat.

"Kita mendengarkan langsung bagaimana Presiden menyampaikan bahwa pajak yang besar seharusnya hanya dikenakan kepada mereka yang berpenghasilan tinggi. Ini adalah sikap keberpihakan yang penting dalam situasi ekonomi saat ini," tegasnya.

Apresiasi terhadap Polri

Rano Alfath juga menyampaikan apresiasi kepada Kepolisian Republik Indonesia, khususnya Polda Metro Jaya, atas kesigapan, profesionalisme, dan pendekatan humanis dalam mengawal aksi unjuk rasa Hari Buruh. Ia menyoroti penanganan terhadap kelompok anarko yang sempat menyusup dalam aksi di depan Gedung DPR/MPR RI.

"Kami memberikan apresiasi kepada jajaran Polri, terutama Polda Metro Jaya, yang telah bekerja dengan cepat, profesional, dan tetap persuasif. Secara umum, aksi May Day berjalan dengan aman dan terkendali, meskipun sempat ada gangguan dari pihak luar," jelas Rano.

Menurutnya, menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan stabilitas keamanan adalah tantangan besar dalam negara demokrasi. Namun, aparat kepolisian berhasil menjalankan tugas tanpa melanggar hak-hak konstitusional warga dalam perayaan May Day.

"Negara hadir secara penuh. Rakyat dapat menyampaikan aspirasi, aparat menjalankan tugas dengan humanis, dan Presiden pun hadir untuk mendengarkan langsung suara rakyat. Ini adalah bentuk ekosistem demokrasi yang ideal dan harus kita jaga bersama," pungkasnya.

Rencana Prabowo yang Disoroti:

  • Pembentukan Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional
  • Satgas PHK
  • Dukungan terhadap gelar Pahlawan Nasional bagi Marsinah
  • Penghapusan Sistem Outsourcing