Guru Bangkalan Terima Kembali Motor Curian, Pelaku Pembegalan Mengaku Terlilit Utang dan Narkoba

Perasaan lega dan haru terpancar dari wajah Maidatul, seorang guru kelas V SDN Lerpak 2, Kecamatan Geger, Bangkalan, saat menerima kembali sepeda motor Honda Vario 125 miliknya. Motor tersebut sebelumnya dirampas oleh pelaku begal saat ia dalam perjalanan pulang mengajar pada tanggal 21 April 2025 lalu.

Momen penyerahan barang bukti ini berlangsung di lapangan uji praktik SIM Polres Bangkalan, Kamis (1/5/2025). Maidatul tidak sendiri. Ia didampingi oleh rekan-rekan guru, pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), serta Kepala Dinas Pendidikan Bangkalan, Moh Yakub. Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan moral bagi Maidatul.

Saat kejadian nahas itu, Maidatul tidak hanya seorang diri. Ia juga membawa serta anak dan suaminya. Keberanian Maidatul untuk kembali beraktivitas dan mengajar patut diacungi jempol.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres dan jajarannya. Alhamdulillah motor saya sudah bisa ditemukan," ujar Maidatul dengan nada syukur. Ia berharap kejadian yang menimpanya tidak menyurutkan semangat guru-guru lain untuk menjalankan tugas di Kecamatan Geger.

Kapolres Bangkalan, AKBP Hendro Sukmono, menegaskan komitmennya untuk memberikan rasa aman kepada seluruh masyarakat Bangkalan, termasuk para guru. Pihaknya akan terus berupaya memberantas tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Pada kesempatan itu, Polres Bangkalan juga menghadirkan tersangka pelaku pembegalan berinisial SR (40), warga Desa Kranggan Barat, Kecamatan Tanah Merah. SR dihadirkan dengan menggunakan kursi roda karena kedua kakinya terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas saat penangkapan di sebuah rumah kos di Kampung Malang, Kecamatan Wonorejo, Surabaya pada 28 April 2025.

Saat diinterogasi oleh Kapolres, SR mengaku menyesali perbuatannya. Ia mengaku kasihan melihat Maidatul yang saat itu bersama anaknya. Namun, ia berdalih bahwa aksi tersebut dilakukan karena terdesak kebutuhan ekonomi untuk membayar utang dan membeli narkoba.

"Kasihan, pak. Tetapi teman-teman yang mengajak. Uang habis untuk membayar utang dan membeli narkoba," ungkap SR.

Satreskrim Polres Bangkalan saat ini tengah memburu dua rekan SR yang terekam CCTV saat melakukan aksi pembegalan. Identitas kedua pelaku sudah dikantongi dan telah diterbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO).

"Dua DPO masih kami kejar, nama sudah ada, DPO sudah kami terbitkan. Insya Allah, kami berjanji akan terus memberikan kenyamanan bagi masyarakat Bangkalan. Bagi siapa pun, baik guru atau masyarakat lain dalam beraktivitas," tegas Hendro.

Ia menambahkan, kepolisian akan terus berupaya menciptakan situasi Bangkalan yang aman dan bersih dari curanmor. Pihaknya akan terus melaksanakan tugas dengan optimal dengan harapan mampu membasmi tindak pidana curanmor di Bangkalan.

"Kebetulan juga besok (hari ini) adalah Hari Pendidikan Nasional, sehingga apa yang disampaikan Pak Yakub (Kadisdik Bangkalan), ini sebagai hadiah dan kado untuk beliau (korban), untuk ibu-ibu guru," kata Hendro.

Kasus ini menjadi perhatian serius Polres Bangkalan. Diharapkan dengan tertangkapnya para pelaku, kejadian serupa tidak akan terulang kembali dan masyarakat Bangkalan dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.