Kebakaran Dahsyat Ancam Yerusalem, Israel Umumkan Status Darurat Nasional dan Minta Bantuan Internasional
Kobaran api yang meluas di dekat Yerusalem telah mendorong Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk mendeklarasikan status darurat nasional. Kebakaran hutan, yang telah berkobar selama seminggu terakhir, kini menimbulkan ancaman serius bagi kota Yerusalem dan sekitarnya.
Asap tebal terlihat membubung di atas jalan raya dekat Yerusalem, sementara petugas pemadam kebakaran berjuang keras untuk mengendalikan amukan api. Tim penyelamat dan pemadam kebakaran dari berbagai penjuru Israel, berjumlah lebih dari 160 regu, dikerahkan dengan dukungan puluhan pesawat dan helikopter. Fokus utama saat ini adalah mencegah api mencapai wilayah Yerusalem.
Militer Israel turut serta dalam operasi pemadaman kebakaran dan penyelamatan warga. Namun, upaya mereka terhambat oleh kondisi cuaca ekstrem, termasuk kekeringan dan angin kencang. Badan penyelamat Israel, Magen David Adom (MDA), melaporkan bahwa ratusan warga sipil berisiko terpapar dampak buruk dari kebakaran hutan terparah dalam beberapa tahun terakhir ini.
MDA telah memberikan pertolongan medis kepada sekitar 23 orang, di mana 13 di antaranya dilarikan ke rumah sakit akibat menghirup asap dan mengalami luka bakar. Di antara korban terdapat dua wanita hamil dan dua bayi di bawah usia satu tahun. Tingkat kewaspadaan telah ditingkatkan ke level tertinggi untuk mengantisipasi perkembangan situasi.
Netanyahu menyampaikan kekhawatiran mendalam bahwa angin barat dapat dengan mudah mendorong api ke pinggiran, bahkan ke dalam kota Yerusalem. Untuk itu, ia menekankan perlunya mengerahkan sumber daya pemadam kebakaran sebanyak mungkin dan membuat sekat api yang luas untuk menghentikan laju kobaran api. Prioritas utama saat ini adalah melindungi Yerusalem dari ancaman kebakaran.
Kepala pemadam kebakaran Eyal Caspi dalam konferensi pers menyatakan bahwa kondisi cuaca saat ini menghambat upaya pemadaman melalui udara. Fokus utama petugas pemadam kebakaran adalah menyelamatkan nyawa warga sipil. Caspi juga menyebutkan bahwa Israel menghadapi kebakaran terbesar dalam satu dekade terakhir.
Menyusul deklarasi darurat nasional, Pemerintah Israel telah meminta bantuan internasional untuk mengatasi kebakaran tersebut. Beberapa negara telah merespon permintaan tersebut. Pemerintah Ukraina dilaporkan akan mengirimkan pesawat untuk membantu memadamkan api. Selain itu, Spanyol, Prancis, Rumania, Kroasia, dan Italia juga telah berkomitmen untuk memberikan bantuan berupa pesawat pemadam kebakaran.
Rekaman televisi menunjukkan kobaran api yang melahap lahan di sepanjang jalan raya utama Rute 1 yang menghubungkan Yerusalem dan Tel Aviv. Warga terlihat panik meninggalkan kendaraan mereka dan berlarian menjauh dari api saat asap tebal menyelimuti jalan tersebut.