Pedro Acosta Jalani Operasi 'Arm Pump', Targetkan Comeback di MotoGP Prancis

Pebalap muda berbakat dari tim Red Bull KTM Factory Racing, Pedro Acosta, baru-baru ini menjalani operasi untuk mengatasi masalah sindrom kompartemen kronis atau yang lebih dikenal dengan istilah 'arm pump'. Tindakan medis ini dilakukan setelah gelaran MotoGP Spanyol 2025.

Menurut laporan, Acosta telah merasakan gejala 'arm pump' sejak debutnya di MotoGP pada tahun 2024, saat masih membela tim Red Bull GASGAS Tech 3. Kondisi ini umum dialami oleh para pebalap motor, terutama di kelas MotoGP, karena gaya pengereman agresif yang menuntut kerja keras otot lengan bawah kanan.

Masalah ini sempat kambuh saat Acosta berlomba di MotoGP Argentina pada pertengahan Maret. Meskipun demikian, ia merasa masih mampu mengendalikan kondisinya dan menunda operasi. Namun, setelah balapan di Jerez, Spanyol, rasa sakitnya semakin parah, hingga akhirnya ia memutuskan untuk naik meja operasi.

Operasi berjalan lancar, dan tim KTM optimis Acosta dapat kembali beraksi di MotoGP Prancis yang dijadwalkan pada 9-11 Mei 2025. Namun, kembalinya Acosta ke lintasan akan bergantung pada hasil pemeriksaan medis yang akan dilakukan oleh tim dokter MotoGP sehari sebelum sesi latihan dimulai.

"UPDATE: @37_pedroacosta sukses menjalani operasi di lengan kanannya malam ini untuk mengatasi sindrom kompartemen kronis. Ia akan tetap dalam pengawasan selama 24 jam dan diperkirakan akan kembali di GP Prancis, tergantung hasil pemeriksaan medis minggu depan," demikian pernyataan resmi dari tim KTM melalui akun media sosial mereka.

Gejala 'arm pump' meliputi pembengkakan otot lengan berulang akibat tekanan tinggi saat akselerasi dan pengereman berat. Penderita biasanya merasakan sakit, nyeri, kesemutan, mati rasa, tegang, dan tidak nyaman pada lengan.

Berikut adalah gejala yang dialami:

  • Pembengkakan otot lengan
  • Sakit dan nyeri
  • Kesemutan
  • Mati rasa
  • Tegang
  • Rasa tidak nyaman

Diharapkan dengan operasi ini, Pedro Acosta dapat segera pulih dan kembali menunjukkan performa terbaiknya di lintasan MotoGP.