Perbandingan Dinamika Tim: Thunderbolts dan Suicide Squad, Lebih dari Sekadar Penjahat yang Direkrut

Perbandingan antara Thunderbolts dan Suicide Squad mengungkap perbedaan mendasar dalam konsep dan pelaksanaan, meskipun keduanya melibatkan tim yang terdiri dari individu-individu dengan latar belakang kriminal atau moralitas abu-abu.

Asal Usul dan Konsep Awal

Suicide Squad, yang juga dikenal sebagai Task Force X, pertama kali muncul pada tahun 1983. Inti dari tim ini adalah para penjahat yang dipenjara yang bersedia bekerja sama dengan pemerintah Amerika Serikat dengan imbalan pengurangan masa hukuman. Anggota Suicide Squad secara tradisional adalah penjahat yang tanpa ampun, direkrut karena keahlian unik dan disposibilitas mereka. Film tahun 2021 menggambarkan tim ini sebagai kumpulan orang buangan yang dikirim dalam misi berbahaya.

Thunderbolts, di sisi lain, muncul pada tahun 1996 dengan premis yang jauh lebih inovatif. Mereka bukan tahanan pemerintah, juga bukan hanya sekadar anti-hero seperti Winter Soldier. Thunderbolts awalnya adalah kelompok penjahat super yang menyamar, mengubah penampilan dan kekuatan mereka untuk meyakinkan publik bahwa mereka adalah tim pahlawan baru. Tujuan awal mereka adalah untuk mendapatkan kepercayaan dunia sebelum menyerang, tetapi rencana mereka menjadi lebih kompleks karena pengaruh pemimpin mereka, Baron Zemo. Sejak saat itu, Thunderbolts telah mengalami banyak perubahan visi dan anggota, dengan beberapa versi tim dipimpin oleh karakter seperti Red Hulk dan beranggotakan individu-individu seperti Punisher dan Deadpool.

Perbedaan Filosofi dan Motivasi

Perbedaan utama antara kedua tim terletak pada filosofi dan motivasi mereka. Suicide Squad didorong oleh kebutuhan untuk mengurangi hukuman penjara dan seringkali terpaksa bekerja sama melalui paksaan. Motivasi mereka terutama bersifat egois dan berfokus pada kelangsungan hidup pribadi. Sementara itu, Thunderbolts, dalam inkarnasi awalnya, didorong oleh keinginan untuk menipu dan mengendalikan. Bahkan dalam versi selanjutnya, ketika tim terdiri dari pahlawan atau anti-hero yang lebih bermoral, motivasi mereka seringkali didorong oleh idealisme yang menyimpang atau rasa keadilan yang unik, seperti yang terlihat pada kepemimpinan Red Hulk.

Evolusi dan Adaptasi

Kedua tim telah mengalami banyak evolusi dan adaptasi selama bertahun-tahun. Beberapa versi Thunderbolts telah menyerupai Suicide Squad, terutama selama Civil War, ketika tim tersebut diperluas untuk memasukkan penjahat yang disetujui pemerintah. Namun, sutradara film Thunderbolts mendatang, Jake Schreier, menekankan bahwa film tersebut akan berbeda dari apa pun yang pernah dilihat penggemar sebelumnya. Dia menjelaskan bahwa film tersebut akan berfokus pada perjuangan internal karakter daripada ancaman eksternal, dengan plot yang melibatkan Valentina Allegra de Fontaine yang mengirim tim untuk saling membunuh.

Film Thunderbolts mendatang akan mengikuti kisah Yelena Belova (Florence Pugh) setelah peristiwa Black Widow. Agen rahasia tersebut dikirim dalam misi berbahaya yang juga melibatkan karakter seperti Bucky Barnes (Sebastian Stan), John Walker (Wyatt Russell) dan Red Guardian (David Harbour).

Secara keseluruhan, meskipun Suicide Squad dan Thunderbolts mungkin tampak serupa pada pandangan pertama, mereka adalah tim yang sangat berbeda dengan asal usul, motivasi, dan filosofi yang berbeda. Suicide Squad adalah tim penjahat yang dipaksa bekerja sama, sedangkan Thunderbolts adalah tim yang lebih kompleks dengan berbagai tujuan dan ideologi.