DKI Jakarta Berpacu dengan Waktu Tingkatkan Ruang Terbuka Hijau di Tengah Keterbatasan Lahan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyoroti kondisi ruang terbuka hijau (RTH) di ibu kota yang masih jauh dari ideal. Dalam pertemuan dengan Komisi II DPR RI, Rabu (30/4/2025), Pramono mengungkapkan bahwa luas RTH di Jakarta baru mencapai 5,36 persen dari total wilayah. Angka ini menimbulkan kekhawatiran mengingat standar ideal untuk kota metropolitan seharusnya jauh lebih tinggi.

Minimnya RTH menjadi perhatian utama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Pramono menargetkan peningkatan signifikan selama lima tahun masa jabatannya. Ia berharap RTH dapat bertambah lebih dari dua kali lipat menjadi di atas 10 persen. Untuk mencapai target tersebut, Pemprov DKI telah menyiapkan sejumlah strategi, termasuk mengoptimalkan alokasi anggaran infrastruktur yang mencapai Rp 36 triliun.

Beberapa langkah konkret tengah diupayakan. Pemprov DKI berencana mempercepat pembangunan taman-taman baru di berbagai wilayah. Selain itu, Pemprov DKI juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam program penanaman pohon. Salah satu inisiatif yang telah berjalan adalah mewajibkan seluruh Sekolah Menengah Atas (SMA) di Jakarta untuk menanam mangrove, terutama di kawasan pesisir seperti Pantai Indah Kapuk (PIK). Program ini tidak hanya melibatkan siswa aktif, tetapi juga alumni sekolah.

Inisiatif penanaman mangrove oleh siswa SMA merupakan bagian dari upaya yang lebih besar untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup di Jakarta. Selain menambah ruang hijau, penanaman mangrove juga berfungsi sebagai pelindung garis pantai dari abrasi dan erosi. Pemprov DKI berharap langkah-langkah ini dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman bagi seluruh warga Jakarta.