Nepal Perketat Aturan Pendakian Everest: Prioritaskan Pendaki Berpengalaman dan Pemandu Lokal
Nepal Perketat Aturan Pendakian Everest: Prioritaskan Pendaki Berpengalaman dan Pemandu Lokal
Pemerintah Nepal tengah merancang regulasi baru yang lebih ketat terkait izin pendakian Gunung Everest. Kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap kritik yang menyebutkan bahwa Nepal terlalu permisif dalam memberikan izin, bahkan kepada pendaki yang kurang berpengalaman. Hal ini dinilai berkontribusi pada kepadatan di jalur pendakian dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Salah satu poin utama dalam rancangan undang-undang (RUU) tersebut adalah persyaratan pengalaman. Calon pendaki Everest diwajibkan untuk membuktikan telah berhasil mendaki setidaknya satu gunung dengan ketinggian minimal 7.000 meter yang berlokasi di Nepal. Selain itu, RUU ini juga menekankan pentingnya peran pemandu lokal. Sardar (kepala staf pendakian) dan pemandu gunung yang mendampingi pendaki haruslah warga negara Nepal.
RUU tersebut telah diajukan ke Majelis Nasional, majelis tinggi parlemen Nepal. Dengan mayoritas yang dimiliki oleh aliansi yang berkuasa, RUU ini diperkirakan akan segera disahkan.
Kritik dari Operator Tur
Usulan pembatasan ini menuai kritik dari sejumlah operator tur pendakian internasional. Mereka berpendapat bahwa persyaratan pendakian gunung 7.000 meter seharusnya tidak terbatas pada gunung yang berlokasi di Nepal saja. Mereka mengusulkan agar pemerintah Nepal mempertimbangkan pengalaman pendakian gunung-gunung populer lainnya yang digunakan sebagai persiapan pendakian Everest, seperti Ama Dablam, Aconcagua, dan Denali, yang meskipun tidak berada di Nepal, memiliki tingkat kesulitan yang relevan.
Lukas Furtenbach dari Furtenbach Adventures, sebuah perusahaan penyelenggara ekspedisi yang berbasis di Austria, berpendapat bahwa kualifikasi pemandu gunung seharusnya menjadi pertimbangan utama, tanpa memandang kewarganegaraan. Ia menekankan pentingnya sertifikasi seperti IFMGA (Federasi Internasional Asosiasi Pemandu Gunung) sebagai jaminan kompetensi. Furtenbach juga menambahkan bahwa pemandu gunung Nepal yang berkualifikasi juga diterima untuk bekerja di pegunungan Alpen di Eropa.
Garrett Madison dari Madison Mountaineering yang berbasis di AS, juga menyuarakan pendapat serupa. Ia menyarankan agar Nepal mempertimbangkan pengalaman pendakian puncak dengan ketinggian minimal 6.500 meter di mana pun di dunia.
Ketersediaan Puncak 7.000 Meter di Nepal
Menurut data dari departemen pariwisata Nepal, terdapat lebih dari 400 puncak gunung di Nepal yang terbuka untuk ekspedisi, dan 74 di antaranya memiliki ketinggian lebih dari 7.000 meter. Namun, hanya sebagian kecil dari puncak-puncak tersebut yang populer di kalangan pendaki.
Tashi Lhakpa Sherpa dari 14 Peaks Expedition, sebuah perusahaan penyelenggara ekspedisi besar di Nepal, yang telah mendaki Everest sebanyak delapan kali, mengakui bahwa hanya sedikit dari gunung-gunung setinggi 7.000 meter tersebut yang menarik minat pendaki.
Kebijakan ini, jika disahkan, akan membawa perubahan signifikan dalam industri pendakian Everest. Tujuannya adalah untuk meningkatkan keselamatan pendaki dan mengurangi kepadatan di jalur pendakian, sambil tetap memperhatikan mata pencaharian masyarakat lokal yang bergantung pada pariwisata pendakian.