Triputra Agro Persada Catat Lonjakan Laba Bersih Signifikan di Tahun 2024, Lampaui Rp 3 Triliun

PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit, mengumumkan kinerja keuangan yang menggembirakan untuk tahun 2024. Perusahaan berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 3,24 triliun, menandai peningkatan signifikan sebesar 95 persen dibandingkan dengan perolehan laba bersih pada tahun sebelumnya.

Kenaikan laba bersih ini didorong oleh peningkatan pendapatan perusahaan sebesar 16 persen secara tahunan, mencapai Rp 9,67 triliun. Pada Desember 2023, pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp 8,32 triliun. Selain itu, perusahaan juga berhasil menekan beban pokok penjualan sebesar 3 persen melalui efisiensi biaya operasional, terutama dalam hal pemupukan.

Kinerja positif ini tercermin dalam laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk, yang meningkat sebesar 94 persen menjadi Rp 157 per lembar saham.

Presiden Direktur TAPG, Tjandra Karya Hermanto, menyampaikan bahwa perusahaan terus berupaya memperkuat fondasi bisnisnya agar dapat tumbuh secara berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan.

"TAPG berkomitmen untuk mewujudkan misinya sebagai Green Plantation for a Better Quality Life," ujar Tjandra dalam keterangan tertulisnya.

Komitmen ini diimplementasikan melalui berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan, termasuk:

  • Renovasi rumah dan penyediaan fasilitas sanitasi di Kalimantan Timur.
  • Kemitraan dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk menyediakan rumah layak huni bagi masyarakat.
  • Partisipasi dalam program tanam jagung serentak satu juta hektare dan tanam padi di lahan kering sebagai upaya penguatan ketahanan pangan.
  • Penyaluran susu tambahan untuk anak-anak di sekolah sekitar perusahaan anak, yang disinergikan dengan program Posyandu untuk meningkatkan layanan kesehatan ibu dan anak serta menekan angka stunting.
  • Pelatihan Petani Kelapa Sawit (P2KS) yang terus dijalankan, dengan target lebih dari 600 peserta pada tahun ini, setelah melibatkan 137 petani pada tahun sebelumnya.
  • Program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) yang telah berjalan sejak 2018, menggabungkan edukasi pencegahan kebakaran lahan dan penguatan ekonomi desa, yang telah menjangkau 11.473 kepala keluarga.

Tjandra juga menyampaikan optimisme terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam lima tahun ke depan, dengan harapan pemerintah dapat melanjutkan hilirisasi industri dan reformasi struktural untuk menarik investasi dan memperkuat daya saing global.

"Dengan pemerintah baru, kami optimistis Indonesia akan mencapai kemajuan berkelanjutan di berbagai sektor. Kami berharap pemerintah melanjutkan hilirisasi industri dan reformasi struktural untuk menarik investasi dan memperkuat daya saing global. Secara keseluruhan, kami melihat prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam lima tahun ke depan sangat positif," pungkas Tjandra.