QRIS: Transformasi Pembayaran Digital di Indonesia, dari Pedagang Kaki Lima hingga Peningkatan Pendapatan UMKM
QRIS: Transformasi Pembayaran Digital di Indonesia
Indonesia telah mengadopsi standar kode QR nasional yang dikenal sebagai QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), sebuah inovasi yang telah mengubah cara masyarakat bertransaksi. QRIS bukan lagi sekadar alat pembayaran, tetapi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup modern masyarakat Indonesia.
Kemudahan QRIS Bagi Konsumen
Bagi konsumen seperti Enggar dan Rininta, dua karyawan swasta di Jakarta Selatan, QRIS adalah solusi pembayaran andalan. Mereka menggunakannya untuk berbagai keperluan, mulai dari membeli jajanan kaki lima hingga berbelanja di pusat perbelanjaan.
"Saya hampir selalu memakai QRIS sebagai alat bayar. Mulai dari jajan cilok di pinggir jalan sampai jajan di mal," ujar Rininta. Kemudahan ini sangat dirasakan karena transaksi dapat diselesaikan dalam hitungan detik hanya dengan memindai kode QR melalui aplikasi seperti BRImo.
Sebagai bagian dari generasi Z, Rininta terbiasa dengan pembayaran digital dan jarang membawa uang tunai. QRIS memberikan rasa aman dari risiko menerima uang palsu dan efisiensi waktu yang sangat berharga. Selain itu, QRIS juga memudahkan mereka untuk berdonasi, bahkan ketika tidak memiliki uang tunai kecil di dompet.
Sorotan dan Inovasi QRIS
Penggunaan QRIS sempat menjadi perhatian setelah disorot oleh Pemerintah Amerika Serikat dalam dokumen National Trade Estimate (NTE) Report on Foreign Trade Barriers 2025. Muncul kekhawatiran bahwa QRIS tidak dapat digunakan lagi karena adanya permintaan dari pihak luar.
Namun, terlepas dari sorotan tersebut, inovasi terus berlanjut. QRIS Tap, yang diperkenalkan sejak 20 Maret 2025, memungkinkan transaksi dilakukan dengan menempelkan ponsel dengan fitur NFC ke perangkat pembayaran. Metode ini menjadi alternatif bagi transaksi QRIS yang selama ini dilakukan dengan pemindaian melalui kamera ponsel.
Manfaat QRIS Bagi Pedagang
Tak hanya konsumen, pedagang juga merasakan manfaat besar dari penggunaan QRIS. Putri, pemilik rumah makan Jawa Timuran di Mampang Prapatan, mengakui bahwa pendapatannya meningkat setelah menggunakan QRIS. Mayoritas pelanggannya adalah karyawan perusahaan yang jarang membawa uang tunai.
"Sekarang transaksi lebih banyak QRIS. Soalnya seringan pada pakai HP. Kalau dibandingkan kurang lebih 2 banding 3 antara yang pakai tunai dan QRIS," jelas Putri.
Meskipun membutuhkan waktu untuk pencairan dana, Putri merasa QRIS lebih menguntungkan karena dapat meningkatkan pendapatan usahanya hingga 70%. Ia telah menggunakan QRIS BRI selama dua tahun dan merasakan kemudahan serta peningkatan penghasilan yang signifikan.
Pandangan Ekonom Terhadap QRIS
Ekonom Senior INDEF, Tauhid Ahmad, mencatat bahwa kesadaran masyarakat terhadap QRIS semakin meningkat. Data dari Bank Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 20-30 juta orang aktif menggunakan QRIS, terutama di kalangan menengah dan perkotaan. Namun, di pedesaan dan kalangan menengah ke bawah, penggunaan QRIS masih terbatas karena keterbatasan sumber keuangan.
Terkait sorotan AS terhadap QRIS, Tauhid berpendapat bahwa hal itu wajar karena transaksi di Indonesia didominasi oleh transaksi domestik yang tidak memerlukan layanan Visa dan MasterCard yang terkoneksi secara global. Selain itu, biaya QRIS yang lebih murah dibandingkan layanan pembayaran global juga menjadi daya tarik tersendiri.
Pengembangan QRIS oleh BRI
BRI terus mengembangkan teknologi pembayaran untuk memudahkan nasabah. QRIS BRI tidak hanya mempermudah pengelolaan transaksi, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional, meminimalkan risiko kerugian akibat uang palsu, dan menjaga likuiditas bisnis.
Selama tahun 2024, volume transaksi QRIS BRI di Regional Jakarta 2 mencapai Rp 2,8 triliun. BRI aktif melakukan edukasi dan sosialisasi melalui komunitas untuk para pemilik usaha serta memberikan promo cashback bagi nasabah yang bertransaksi menggunakan QRIS BRImo.
BRI juga telah mengembangkan transaksi menggunakan QRIS Tap berbasis NFC, memungkinkan pembayaran dilakukan dengan menempelkan ponsel ke EDC yang mendukung fitur QRIS Tap.