DPR Minta Kajian Mendalam Terkait Wacana Pendidikan Karakter Siswa di Barak TNI

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menanggapi wacana yang dilontarkan oleh Gubernur Jawa Barat terkait penempatan siswa yang bermasalah di barak TNI sebagai bagian dari program pendidikan karakter. Dasco menekankan perlunya pengkajian yang mendalam sebelum wacana tersebut diimplementasikan.

Dasco menyatakan bahwa dirinya belum sepenuhnya memahami detail dari pernyataan Gubernur Jawa Barat. Ia menambahkan bahwa ide tersebut mungkin merupakan terobosan baru dalam menangani masalah kenakalan remaja. Namun, ia mengingatkan bahwa karakteristik setiap daerah berbeda, sehingga efektivitas program ini perlu dipertimbangkan secara matang.

"Perlu dikaji terlebih dahulu secara matang untuk kemudian dilaksanakan. Ya kalau pemberlakuan itu kan hanya kemudian di daerah Jawa Barat ya, saya jg belum tahu bagaimana respons dari DPRD Jabar," ujar Dasco.

Wacana yang digagas oleh Gubernur Jawa Barat tersebut bertujuan untuk memberikan pendidikan karakter kepada siswa yang sulit dibina, terlibat pergaulan bebas, atau melakukan tindakan kriminal. Program ini melibatkan unsur TNI-Polri dalam pembinaan. Diharapkan, program ini dapat menjadi solusi atas maraknya kasus kenakalan remaja di Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat merencanakan program ini akan dimulai pada tanggal 2 Mei 2025 di beberapa wilayah di Jawa Barat. Implementasi program pembinaan siswa bermasalah di barak akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari daerah yang dianggap paling rawan.

"Tidak harus langsung di 27 kabupaten/kota. Kita mulai dari daerah yang siap dan dianggap rawan terlebih dahulu, lalu bertahap," ujar Dedi.

Dasco menekankan pentingnya mempertimbangkan respons dari DPRD Jawa Barat serta karakteristik masing-masing daerah sebelum menerapkan program ini secara luas. Ia berharap kajian yang komprehensif dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai potensi keberhasilan dan tantangan yang mungkin timbul dalam pelaksanaan program pendidikan karakter di barak TNI.