Kurir Makanan Online di Singapura Diskors Usai Terekam Menyeret Pesanan Pelanggan
Aksi seorang pengemudi ojek online (ojol) di Singapura menjadi sorotan setelah terekam video sedang menyeret pesanan makanan pelanggan. Insiden ini memicu kecaman dari warganet dan berujung pada penangguhan akun pengemudi tersebut oleh pihak aplikator.
Video yang viral di media sosial memperlihatkan seorang pengemudi yang bekerja sama dengan Grab, terlihat mengambil beberapa kantong makanan dari restoran cepat saji Jollibee. Pengemudi itu menyeret dua kantong plastik besar berisi makanan pesanan pelanggan di area parkir. Dalam kantong tersebut, terlihat beberapa bungkus makanan dan minuman.
Netizen yang merekam kejadian tersebut, dengan akun bernama Dan, mengungkapkan bahwa insiden itu terjadi pada 13 April 2025. Ia mengaku prihatin dengan beban kerja pengemudi tersebut, namun menyayangkan cara pengantaran makanan yang dinilai tidak pantas. "Saya tidak bisa membayangkan jika pesanan saya yang diseret di lantai," ujarnya.
Aksi pengemudi itu memicu pertanyaan tentang standar operasional dan kualitas layanan yang diterapkan oleh perusahaan aplikator. Pihak Grab menanggapi insiden tersebut dengan menyatakan bahwa mereka telah menangguhkan sementara akun pengemudi yang bersangkutan karena melanggar kode etik perusahaan. Grab menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan kualitas makanan selama proses pengiriman.
Sebagai solusi untuk mengatasi masalah pengiriman pesanan dalam jumlah besar, Grab menawarkan fitur "pesanan terpisah" di aplikasi mereka. Fitur ini memungkinkan pengemudi untuk meminta bantuan pengemudi lain untuk mengantarkan pesanan yang terlalu besar untuk dibawa sendiri. Fitur ini ditujukan untuk membantu mencegah pembatalan dan penundaan, dan memastikan pengiriman dapat diselesaikan dengan lebih andal.
Kasus ini menambah daftar panjang permasalahan yang dihadapi oleh pengemudi ojol. Sebelumnya, viral pula kisah pengemudi ojol yang akunnya ditangguhkan karena pelanggan tidak sabar menunggu pesanannya yang lama. Kejadian itu dipicu oleh keterlambatan pembuatan martabak, pesanan pelanggan lain yang diambil oleh pengemudi tersebut secara bersamaan.