Diabetes Tipe 5 Dikenali Secara Global: IDF Bentuk Gugus Tugas Khusus

Pengakuan Diabetes Tipe 5: Terobosan Baru dalam Penanganan Diabetes Global

Kongres Diabetes Dunia 2025 yang diselenggarakan oleh Federasi Diabetes Internasional (IDF) di Bangkok menjadi saksi sejarah dengan pengakuan resmi terhadap jenis diabetes baru, yaitu Diabetes Tipe 5. Pengumuman penting ini disampaikan oleh Presiden IDF, Profesor Peter Schwarz, pada tanggal 15 April 2025, yang juga menandai pembentukan gugus tugas khusus untuk menangani tantangan yang ditimbulkan oleh kondisi ini.

Gugus tugas "Diabetes Tipe 5" dibentuk dengan tujuan untuk mengembangkan kriteria diagnostik yang jelas dan panduan terapi yang sesuai untuk jenis diabetes yang baru diakui ini. Selain itu, gugus tugas ini akan mendirikan registri penelitian global dan mengembangkan modul pelatihan yang dirancang untuk membekali para profesional kesehatan dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mendiagnosis dan mengelola Diabetes Tipe 5 secara efektif.

Profesor Schwarz menekankan pentingnya pengakuan ini, menyatakan bahwa hal itu menandai perubahan signifikan dalam pendekatan global terhadap diabetes. Dia menyoroti bahwa Diabetes Tipe 5 telah lama tidak terdeteksi, memengaruhi jutaan orang di seluruh dunia dan menghalangi mereka untuk menerima perawatan yang tepat. Dengan pembentukan gugus tugas ini, IDF mengambil langkah proaktif untuk mengatasi kesenjangan ini dan memastikan bahwa pasien dengan Diabetes Tipe 5 menerima perawatan yang mereka butuhkan.

Memahami Diabetes Tipe 5: Karakteristik dan Tantangan

Diabetes Tipe 5, yang diperkirakan memengaruhi antara 20 dan 25 juta orang di seluruh dunia, terutama lazim di wilayah dengan sumber daya terbatas seperti Asia dan Afrika. Kondisi ini sering menyerang remaja dan dewasa muda yang mengalami kekurangan gizi, yang tinggal di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Secara teknis, Diabetes Tipe 5 diklasifikasikan sebagai Severe Insulin-Deficient Diabetes (SIDD), yang ditandai dengan kekurangan insulin yang parah dan kontrol metabolik yang buruk. Tidak seperti Diabetes Tipe 2, yang terkait dengan resistensi insulin, Diabetes Tipe 5 terkait erat dengan malnutrisi, terutama kekurangan gizi kronis selama masa kanak-kanak atau remaja.

Berbeda dengan Diabetes Tipe 1, yang disebabkan oleh kerusakan autoimun pada sel-sel penghasil insulin di pankreas, Diabetes Tipe 5 diduga berasal dari perkembangan pankreas yang terganggu akibat kekurangan nutrisi jangka panjang. Kondisi ini telah diamati selama lebih dari 70 tahun, tetapi sering kali diabaikan dalam diskusi kesehatan global dan keliru diklasifikasikan sebagai Diabetes Tipe 1 atau 2.

Penelitian terbaru yang dipimpin oleh Dr. Meredith Hawkins telah mengklarifikasi profil metabolik unik dari Diabetes Tipe 5, yang menunjukkan bahwa pasien mengalami defisiensi insulin tetapi tidak resisten terhadap insulin. Temuan ini memiliki implikasi penting untuk pengobatan, karena banyak pasien dapat mengelola kondisi mereka dengan pengobatan oral daripada suntikan insulin. Mengingat prevalensi Diabetes Tipe 5 di lingkungan dengan sumber daya terbatas, pendekatan hemat biaya ini dapat meningkatkan akses ke perawatan dan meningkatkan hasil pasien.

Gugus tugas Diabetes Tipe 5 dipimpin oleh Dr. Meredith Hawkins, seorang ahli endokrinologi dan direktur pendiri Global Diabetes Institute di Albert Einstein College of Medicine di New York, dan Dr. Nihal Thomas, seorang profesor endokrinologi di Christian Medical College (CMC) di Vellore, India. Keahlian dan kepemimpinan mereka akan sangat penting dalam memajukan penelitian, mengembangkan pedoman klinis, dan meningkatkan kesadaran tentang Diabetes Tipe 5 secara global.