Menperin Akan Koordinasi dengan Kapolri Terkait Dugaan Gangguan Ormas pada Pembangunan Pabrik BYD di Subang

Rencana pembangunan pabrik mobil listrik Build Your Dreams (BYD) di Subang, Jawa Barat, terindikasi mengalami kendala akibat aktivitas organisasi masyarakat (ormas) yang berpotensi mengganggu iklim investasi. Hal ini memicu reaksi dari anggota Komisi VII DPR RI, Kardaya Warnika, yang mempertanyakan langkah konkret pemerintah dalam menanggapi isu tersebut.

Dalam rapat bersama Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, Kardaya Warnika menyampaikan keprihatinannya atas pemberitaan masif mengenai premanisme ormas di Subang yang dapat merugikan kepercayaan investor. Ia menekankan pentingnya tindakan tegas dan publikasi yang luas terhadap penertiban ormas yang mengganggu investasi dan industri, sebagai bentuk efek jera dan jaminan kepastian hukum.

Menanggapi hal tersebut, Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan sependapat bahwa penegakan hukum terhadap gangguan ormas adalah krusial. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga iklim investasi dan berjanji akan berkoordinasi dengan Kapolri untuk menyampaikan pesan kepada publik mengenai keseriusan pemerintah dalam menangani masalah ini.

Sebelumnya, Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno juga menerima aduan langsung dari markas besar BYD di Shenzhen, China, mengenai gangguan ormas yang menghambat pembangunan fasilitas produksi mereka. Eddy Soeparno menyoroti pentingnya perlindungan dan dukungan penuh dari pemerintah terhadap investasi, terutama dalam hal keamanan, guna mencegah kekhawatiran yang dapat memperlambat proses industrialisasi dan hilirisasi.

BYD sendiri merupakan investor strategis dengan proyek pembangunan pabrik di Indonesia yang diproyeksikan menjadi salah satu fasilitas otomotif terbesar di ASEAN. Proyek ini telah diperluas menjadi 126 hektar dengan nilai investasi mencapai Rp 11,7 triliun. General Manager BYD Asia-Pacific, Liu Xueliang, mengungkapkan bahwa pembangunan pabrik di Indonesia diharapkan menjadi salah satu yang tercepat dan menargetkan produksi komersial dimulai pada awal 2026 jika mendapat dukungan penuh dari pemerintah.

Berikut point penting dalam berita ini:

  • Gangguan ormas terhadap pembangunan pabrik BYD di Subang menjadi perhatian.
  • Anggota DPR meminta tindakan tegas pemerintah.
  • Menperin akan berkoordinasi dengan Kapolri.
  • Wakil Ketua MPR RI menerima aduan langsung dari BYD.
  • Pabrik BYD di Indonesia diproyeksikan menjadi fasilitas otomotif terbesar di ASEAN.