Gaya Hidup Mewah: Influencer Habiskan Belasan Juta Rupiah Per Minggu Hanya untuk Pesan Makanan
Di era modern ini, memasak di rumah seringkali dianggap sebagai cara ekonomis untuk menikmati hidangan lezat. Bahan makanan yang dibeli dapat diolah menjadi beberapa porsi, menghemat pengeluaran dibandingkan makan di restoran setiap hari. Namun, pandangan ini tidak berlaku bagi Saffron Boswell, seorang wanita berusia 26 tahun asal Brentwood, Inggris.
Saffron, seorang konten kreator dengan lebih dari seratus ribu pengikut di TikTok, memilih gaya hidup yang berbeda. Sejak meninggalkan rumah orang tuanya di usia 16 tahun, ia tidak pernah sekalipun memasak. Alih-alih bergelut dengan peralatan masak dan resep, Saffron lebih memilih memesan makanan dari restoran melalui aplikasi daring atau makan langsung di tempat.
Kebiasaan ini tentu saja memakan biaya yang tidak sedikit. Setiap pagi, ia memulai hari dengan sarapan ala Inggris di kafe favoritnya. Untuk makan siang, pilihannya jatuh pada Pizza Express atau KFC. Sementara di malam hari, Nando's atau Dominos Pizza menjadi santapan rutinnya. Tak jarang, ia mengunjungi langsung restoran-restoran tersebut untuk menikmati hidangannya.
Jika diakumulasikan, Saffron menghabiskan sekitar £500 atau setara dengan Rp 11,3 juta setiap minggu hanya untuk memesan makanan. Rata-rata, ia mengeluarkan £60 atau sekitar Rp 1,3 juta setiap hari untuk memenuhi hasrat kulinernya. Bagi sebagian orang, angka ini mungkin terasa fantastis. Namun, bagi Saffron, biaya ini jauh lebih masuk akal daripada repot memasak sendiri.
"Memasak dari awal bisa sangat mahal," ujarnya. "Saya tidak pernah memasak karena memang tidak suka. Dulu pernah mencoba, tapi hasilnya tidak enak."
Saffron mengaku bahwa berbelanja bahan makanan justru membuatnya stres. Ia lebih memilih memesan makanan karena prosesnya yang praktis dan menghilangkan rasa stres. Selain itu, ia tidak perlu menghabiskan waktu berjam-jam di dapur.
Banyak yang beranggapan bahwa makanan restoran tidak sehat jika dikonsumsi setiap hari. Namun, Saffron merasa baik-baik saja dengan pola makannya. Ia tidak merasakan dampak negatif apapun terhadap kesehatannya.
"Saya hanya ingin menikmati hidup," tegasnya. "Saya punya uang, dan hidup ini terlalu singkat untuk tidak dinikmati."
Saffron menghasilkan uang dari konten yang ia buat di TikTok. Ia kerap membagikan video tentang aktivitas sehari-hari, pola makan, dan konten menarik lainnya. Ia telah mandiri secara finansial sejak usia 16 tahun, sehingga ia memiliki kebebasan untuk menentukan gaya hidupnya sendiri. Pilihan Saffron untuk tidak memasak dan lebih memilih memesan makanan adalah bagian dari caranya menikmati hidup. Ia merasa bahagia dan puas dengan keputusannya, dan tidak ada yang bisa mengubahnya.