Kinerja Solid di Awal Tahun, CIMB Niaga Bukukan Pertumbuhan Laba pada Kuartal I-2025
PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) mengumumkan kinerja keuangan yang menggembirakan untuk kuartal pertama tahun 2025. Bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia ini berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,80 triliun, yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Capaian ini menunjukkan peningkatan sebesar 7,14 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yang tercatat sebesar Rp 1,68 triliun.
Pertumbuhan laba ini didukung oleh peningkatan penyaluran kredit dan pembiayaan yang mencapai Rp 230,1 triliun, tumbuh 8,7 persen secara tahunan (year-on-year). Kinerja positif ini mencerminkan strategi pertumbuhan yang hati-hati dan investasi strategis yang dilakukan oleh CIMB Niaga untuk menciptakan nilai jangka panjang.
Presiden Direktur CIMB Niaga, Lani Darmawan, menjelaskan bahwa pertumbuhan kredit ditopang oleh kinerja yang baik dari berbagai segmen. Perbankan korporasi mencatat pertumbuhan tertinggi, yaitu sebesar 13,7 persen secara tahunan. Sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) juga menunjukkan kinerja yang solid dengan pertumbuhan 7,6 persen secara tahunan, diikuti oleh perbankan konsumer yang tumbuh 5,5 persen secara tahunan.
Kredit atau pembiayaan ritel mengalami kenaikan signifikan, terutama didorong oleh pertumbuhan Kredit Pemilikan Mobil (KPM) yang mencapai 27,9 persen secara tahunan. Hal ini menunjukkan minat masyarakat yang tinggi terhadap produk pembiayaan otomotif dari CIMB Niaga.
"Pertumbuhan laba serta kualitas aset yang baik mencerminkan penerapan manajemen risiko yang disiplin, yang terlihat dari perbaikan Gross Non-Performing Loan (NPL) menjadi 1,85 persen dari 2,14 persen pada periode yang sama tahun lalu. Kami terus memperkuat fondasi bisnis melalui pertumbuhan dengan prinsip kehati-hatian dan investasi strategis untuk mendukung penciptaan nilai jangka panjang,” ujar Lani Darmawan.
Selain pertumbuhan kredit, CIMB Niaga juga mencatatkan peningkatan pada Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp 254,2 triliun, atau naik 2,5 persen secara tahunan. Rasio dana murah atau current account and savings account (CASA) tercatat sebesar 67,4 persen, meningkat sebesar 7,0 persen secara tahunan. Peningkatan ini didorong oleh hubungan yang semakin erat dengan nasabah dan peningkatan layanan digital yang ditawarkan oleh CIMB Niaga.
CIMB Niaga juga berhasil menjaga posisi permodalan dan likuiditas yang solid, dengan capital adequacy ratio (CAR) dan loan to deposit ratio (LDR) masing-masing sebesar 24,8 persen dan 89,3 persen. Total aset konsolidasian mencapai Rp 371,0 triliun per 31 Maret 2025, semakin memperkuat posisi CIMB Niaga sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia.
Unit Usaha Syariah (UUS) CIMB Niaga atau CIMB Niaga Syariah juga menunjukkan kinerja yang menggembirakan, dengan mempertahankan posisinya sebagai UUS terbesar di Indonesia. Total pembiayaan mencapai Rp 59,0 triliun dan DPK sebesar Rp 50,2 triliun per 31 Maret 2025. Pertumbuhan pembiayaan yang signifikan ini sebagian besar dikontribusi oleh segmen ritel. CIMB Niaga Syariah terus fokus pada peningkatan komposisi pendanaan, khususnya pendanaan murah dengan terus mengembangkan jaringan komunitas.
Sebagai bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan, CIMB Niaga terus menjadikan sustainability sebagai salah satu prioritas utama. Hampir 25 persen dari total pembiayaan bank, atau setara dengan Rp 56,6 triliun, mendukung transisi yang berkeadilan, ekonomi rendah karbon, dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).