Indonesia Berencana Bangun Museum Hadis dengan Dukungan Lembaga Binaan Raja Salman

Indonesia berencana mendirikan museum hadis yang akan menjadi pusat kajian hadis komprehensif, mencakup aspek hukum dan kedokteran ala Nabi Muhammad SAW atau tibbun-nabawi. Usulan ini disampaikan oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam Konferensi ke-4 Lembaga Hadis Nabawi di Madinah, Arab Saudi. Nasaruddin, yang juga menjabat sebagai wakil Indonesia dalam Dewan Pengawas Lembaga Hadis Nabawi, menekankan pentingnya museum ini sebagai wahana pengembangan dan pengkajian hadis secara mendalam.

Konferensi yang dihadiri oleh ulama dari berbagai negara ini merupakan bagian dari kegiatan rutin Lembaga Hadis Nabawi, sebuah lembaga yang berada di bawah naungan Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud. Dalam forum tersebut, Nasaruddin menyampaikan bahwa museum hadis ini tidak hanya akan menjadi pusat kajian hukum Islam, tetapi juga pusat studi tentang berbagai metode pengobatan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Ia menjelaskan bahwa banyak hadis Nabi yang berisi petunjuk tentang berbagai cara pengobatan, dan hal ini perlu dieksplorasi lebih lanjut.

Nasaruddin berharap museum ini dapat menjadi pusat kajian hadis yang lebih luas, mencakup aspek-aspek substantif lainnya di luar hukum. Ia optimis bahwa museum ini akan memberikan manfaat besar bagi umat Islam di Indonesia, khususnya dalam memperdalam pemahaman tentang hadis dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.

Sebelumnya, dalam konferensi serupa, Nasaruddin juga mengusulkan penyelenggaraan Musabaqah Hadis tingkat internasional. Usulan ini telah direalisasikan menjadi program resmi Lembaga Hadis binaan Raja Saudi. Nasaruddin menyampaikan rasa syukur atas kontribusi Indonesia dalam ide dan pemikiran melalui lembaga ini, serta berharap usulan pembangunan museum hadis juga dapat terwujud.

Selain menghadiri konferensi, Nasaruddin juga melakukan pengecekan persiapan haji di Arab Saudi dan memberikan arahan kepada petugas haji Indonesia yang telah tiba di sana.