Lukaku Bantah Pernah Sakit Hati terhadap Inter Milan, Tegaskan Rasa Hormatnya pada Nerazzurri
Lukaku Bantah Pernah Sakit Hati terhadap Inter Milan, Tegaskan Rasa Hormatnya pada Nerazzurri
Romelu Lukaku, penyerang yang kini membela Napoli, telah membantah tudingan bahwa dirinya menyimpan rasa sakit hati terhadap Inter Milan dan para pendukungnya, Interisti. Meskipun kepergiannya dari Giuseppe Meazza diwarnai kontroversi dan hujatan dari sebagian suporter, Lukaku menegaskan loyalitas dan penghargaannya terhadap klub yang pernah membesarkan namanya di Serie A.
Selama dua periode membela Inter Milan, dari tahun 2019 hingga 2021 dan kemudian pada musim 2022/2023, Lukaku telah memberikan kontribusi signifikan bagi klub tersebut. Torehan 78 golnya menjadi bukti nyata peran vitalnya dalam keberhasilan Inter meraih Scudetto, Coppa Italia, dan Piala Super Italia. Kepergiannya ke Chelsea dengan mahar 100 juta euro pada musim 2021/2022 memang meninggalkan pertanyaan, namun kepulangannya setahun kemudian, meski berakhir pahit, tak lantas meredupkan rasa hormatnya terhadap Nerazzurri.
Puncak kontroversi terjadi pada akhir masa peminjamannya yang kedua. Negosiasi Lukaku dengan Juventus, rival sekota Inter, memantik kemarahan besar dari Interisti. Situasi ini, meskipun membuka peluang bagi Lukaku untuk bertahan di Inter, justru berujung pada kepindahannya ke AS Roma dengan status pinjaman, sebelum akhirnya bergabung dengan Napoli secara permanen.
Dalam sebuah wawancara baru-baru ini dengan Football-Italia, Lukaku secara tegas membantah tudingan tersebut. "Saya tidak akan pernah membenci Inter, tidak akan," tegasnya. Ia melanjutkan, "Jika ada yang bicara soal apa yang terjadi selama periode tersebut, itu bukan saya." Pernyataan ini menegaskan penyangkalan Lukaku atas segala spekulasi mengenai perselisihan dan dendamnya terhadap klub.
Lebih lanjut, Lukaku juga memberikan pujian setinggi langit kepada mantan rekan setimnya di lini serang, Lautaro Martinez. Hubungan keduanya memang sempat renggang sejak 2023 akibat saga transfer yang rumit tersebut. "Dia pemain yang hebat dan pribadi luar biasa. Dia pantas mendapatkan apa yang diraihnya saat ini. Dia bekerja keras untuk itu. Pemain sepertinya itu penting untuk liga. Semakin kuat para pemainnya, maka Serie A lebih prestisius," ungkap Lukaku, menunjukkan rasa hormat dan profesionalitasnya.
Pernyataan Lukaku ini diharapkan dapat meredakan ketegangan antara dirinya dan para Interisti. Meskipun kepergiannya diwarnai kontroversi, penjelasannya menunjukkan bahwa ia masih menyimpan kenangan indah dan rasa hormat yang mendalam terhadap Inter Milan, sebuah klub yang telah memberikannya kesempatan untuk bersinar di panggung sepak bola Eropa.