Tumpukan Sampah Menggunung di Pasar Gedebage, Diduga Pungli Iuran Pedagang Mencuat
Gunungan sampah di Pasar Gedebage, Bandung, menjadi masalah pelik yang tak kunjung usai. Tumpukan sampah yang mencapai 600 ton atau setara dengan 1.120 meter kubik ini bukan hanya mengganggu aktivitas perdagangan, tetapi juga mencemari lingkungan sekitar, bahkan hingga ke area permukiman warga.
Wali Kota Bandung, M Farhan, mengungkapkan bahwa permasalahan ini berakar dari ketiadaan alokasi pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti bagi Pasar Gedebage. Situasi ini diperparah dengan dugaan praktik pungutan liar (pungli) iuran sampah dari para pedagang. Farhan menduga, pungutan liar tersebut mencapai Rp 5.000 per lapak dari sekitar 700 lapak, menghasilkan total Rp 3,5 juta per hari. Dana tersebut, sayangnya, tidak jelas peruntukannya, sementara mesin pencacah sampah dan biodigester di pasar tersebut mangkrak.
Menindaklanjuti kondisi darurat ini, Farhan telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Bersama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, ia meninjau langsung lokasi dan menyepakati solusi untuk segera mengatasi tumpukan sampah tersebut. Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan membantu pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti menggunakan ritase milik Pemerintah Kota Bandung, serta menyediakan peralatan dan personel tambahan.
Farhan menekankan pentingnya kehati-hatian dalam proses pengangkutan sampah, mengingat potensi bahaya ledakan akibat gas metana yang terperangkap di bawah tumpukan sampah. Proses pengangkutan diperkirakan akan memakan waktu dua hingga tiga hari dengan penggunaan sekitar 40 ritase sampah per hari.
Selain penanganan sampah, Pemkot Bandung dan Pemprov Jawa Barat juga akan mengambil langkah hukum terkait dugaan pungli iuran sampah. Farhan menegaskan bahwa penegakan hukum akan menjadi prioritas utama, diikuti dengan penataan ulang sistem pengelolaan sampah di Pasar Gedebage.
Bau busuk dari tumpukan sampah ini telah menjadi keluhan utama warga sekitar. Fina Monika, seorang warga kompleks perumahan dekat pasar, menuturkan bahwa bau menyengat tersebut sudah berlangsung lama dan semakin parah dalam beberapa bulan terakhir. Bau tersebut dapat tercium hingga jarak satu kilometer, terutama saat angin bertiup. Warga lainnya, Azis Warno, juga mengungkapkan kebosanannya dengan kondisi lingkungan yang tercemar dan berharap masalah ini segera teratasi.
Berikut adalah point-point penting dalam penanganan masalah ini:
- Pengangkutan Sampah Darurat: Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan membantu pengangkutan 600 ton sampah ke TPA Sarimukti.
- Penegakan Hukum Pungli: Pemkot Bandung dan Pemprov Jawa Barat akan menindaklanjuti dugaan pungutan liar iuran sampah.
- Penataan Pengelolaan Sampah: Sistem pengelolaan sampah di Pasar Gedebage akan dievaluasi dan ditata ulang.
- Dampak Lingkungan: Bau busuk sampah mencemari lingkungan dan dikeluhkan warga sekitar.