Prabowo Gandeng Danantara Kaji Potensi Investasi Raksasa Petrokimia Korea Selatan

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengamanatkan Badan Pengelola Investasi Danantara untuk melakukan kajian mendalam terhadap potensi investasi yang ditawarkan oleh perusahaan petrokimia terkemuka asal Korea Selatan, Lotte Chemicals.

Arahan ini disampaikan setelah pertemuan antara Presiden Prabowo dengan Chairman Lotte Group, Shin-dong Bin, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 28 Mei 2025. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut membahas secara spesifik rencana peresmian pabrik Lotte Chemicals di Indonesia yang dijadwalkan pada September atau Oktober 2025. Pabrik ini diproyeksikan akan menjadi pusat produksi petrokimia skala besar.

"Dalam kesempatan tersebut, Lotte Chemicals menawarkan partisipasi investasi kepada Indonesia, dan Bapak Presiden pada prinsipnya menyetujui partisipasi tersebut. Tugas untuk mengkaji dan menindaklanjuti investasi ini kemudian diberikan kepada Danantara," ujar Airlangga Hartarto dalam keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, pada hari yang sama.

Selain pertemuan dengan Chairman Lotte Group, Presiden Prabowo juga menerima kunjungan dari 18 pimpinan perusahaan Korea Selatan yang tergabung dalam Federation of Korean Industries (FKI). Pertemuan ini menghasilkan komitmen positif dari sejumlah perusahaan Korea Selatan untuk meningkatkan investasi di berbagai sektor strategis di Indonesia. Total investasi yang dijanjikan mencapai 1,7 miliar dollar AS.

Rincian Investasi yang Direncanakan:

  • Total Investasi yang Sudah Terealisasi: 15,4 miliar dollar AS (sekitar Rp 269 triliun)
  • Tambahan Investasi yang Direncanakan: 1,7 miliar dollar AS (sekitar Rp 30 triliun)

Sejumlah perusahaan besar Korea Selatan turut menyampaikan laporan mengenai perkembangan investasi mereka di Indonesia. KB Financial melaporkan bahwa PT Bank Bukopin Tbk telah mencatatkan keuntungan setelah empat tahun masa pengelolaan. Hyundai Motor melaporkan bahwa operasional mereka berjalan dengan baik. POSCO memastikan kelanjutan kerjasama dengan Krakatau Steel memasuki fase kedua, dengan target produksi mencapai 10 juta ton baja.

Investasi EcoPro di Morowali yang hampir mencapai 500 juta dollar AS untuk produksi cathode precursor dan smelter nikel juga menjadi sorotan. KCC Glass, yang telah berinvestasi di Kawasan Industri Batang, berencana melakukan ekspansi dan berharap mendapatkan dukungan harga gas bumi yang kompetitif.

LX International berkomitmen untuk melanjutkan investasi di sektor batubara, nikel, dan perkebunan hingga mencapai setengah miliar dollar AS. Sektor pertahanan juga akan diperkuat melalui investasi perusahaan produsen amunisi. SK Group juga sedang membangun pabrik plasma convalescent di Cikarang untuk memenuhi kebutuhan medis dalam negeri.

Airlangga Hartarto menambahkan bahwa delegasi Korea Selatan mengapresiasi keterbukaan pemerintah Indonesia dalam mendengarkan aspirasi dan rencana bisnis para investor. Keterbukaan ini dinilai sangat positif dan mendorong para investor untuk terus mengembangkan bisnis mereka di Indonesia.