Tragedi di Kolong Tol: Kambing Ternak di Jakarta Utara Meregang Nyawa Akibat Sampah
Tragedi lingkungan dan ekonomi menimpa para peternak kambing di kawasan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Tumpukan sampah yang menggunung di kolong tol dekat Jakarta International Stadium (JIS) menjadi malapetaka bagi hewan ternak mereka. Kambing-kambing yang mencari makan di area tersebut, tanpa disadari menelan sampah plastik dan material berbahaya lainnya, berujung pada kematian.
Kondisi ini telah berlangsung lama, memaksa para peternak untuk menyaksikan hewan ternak mereka mati satu per satu. Ahmad Fahrudin (59), seorang peternak yang telah bergelut dengan kondisi ini sejak tahun 2000, mengungkapkan bahwa ia kehilangan sekitar enam ekor kambing setiap tahunnya akibat memakan sampah. Kerugian yang dideritanya mencapai jutaan rupiah setiap tahun, menambah beban ekonomi yang sudah berat.
Para peternak seperti Ahmad berada dalam situasi sulit. Mereka tidak memiliki lahan alternatif untuk menggembalakan kambing-kambing mereka. Mengurung hewan-hewan tersebut di kandang sepanjang hari juga bukan solusi, karena dapat menyebabkan stres dan masalah kesehatan lainnya. Mereka terjebak dalam lingkaran setan, antara membiarkan kambing-kambing mereka mencari makan di tumpukan sampah beracun atau menghadapi risiko stres pada hewan jika dikurung.
Ahmad Fahrudin mengungkapkan kekhawatirannya terkait keberlangsungan usaha peternakannya. Ia menyadari bahwa kandang-kandang kambingnya berdiri di atas lahan yang bukan miliknya secara resmi, tepat di belakang Danau Cincin. Ia berharap kandang kambingnya tidak terkena penggusuran.
Apabila kandangnya harus digusur, dirinya berharap ada kompensasi yang layak. Menurutnya, kompensasi sebesar Rp 35 juta per kandang (ukuran 4x15 meter) akan sangat membantu sebagai modal untuk memulai usaha lain. Berikut adalah beberapa dampak yang dirasakan oleh para peternak:
- Kerugian Ekonomi: Kematian kambing akibat sampah menyebabkan kerugian jutaan rupiah setiap tahun.
- Keterbatasan Lahan: Tidak adanya lahan alternatif memaksa kambing mencari makan di area berbahaya.
- Kekhawatiran Penggusuran: Status lahan yang tidak resmi menimbulkan ketidakpastian bagi peternak.
- Ancaman Kesehatan Hewan: Sampah plastik dan material berbahaya mengancam kesehatan dan keselamatan kambing.
Para peternak berharap pemerintah daerah dapat memberikan solusi yang komprehensif, termasuk penyediaan lahan alternatif yang aman dan bersih, serta penanganan sampah yang efektif di sekitar area peternakan. Bantuan kompensasi juga diharapkan dapat membantu mereka memulai usaha baru jika harus menghadapi penggusuran.