Evaluasi Dana Hibah Jawa Barat: Aliran Dana Signifikan ke Yayasan Terkait Mantan Wakil Gubernur
Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyaluran dana hibah, khususnya yang dialokasikan untuk pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kekhawatiran mengenai distribusi dana yang tidak merata dan dugaan adanya praktik penyimpangan.
Inisiatif evaluasi ini dipicu oleh temuan bahwa sebagian besar dana hibah cenderung mengalir ke yayasan dan lembaga yang memiliki kedekatan dengan tokoh politik atau partai tertentu. Hal ini menimbulkan ketidakadilan bagi pesantren-pesantren kecil dan lembaga pendidikan yang kurang memiliki akses politik, sehingga mereka kesulitan mendapatkan bantuan yang seharusnya menjadi hak mereka.
Data dari Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Jabar mengungkap bahwa salah satu penerima dana hibah terbesar adalah yayasan yang terafiliasi dengan mantan Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum. Yayasan Perguruan Al-Ruzhan, yang berlokasi di Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, tercatat menerima total sekitar Rp 45 miliar dari dana hibah selama periode 2020-2024.
Kepala Biro Kesra Setda Jabar, Andrie Kustria Wardana, membenarkan adanya aliran dana hibah ke lembaga pendidikan yang memiliki keterkaitan dengan keluarga Uu Ruzhanul Ulum. Berikut rincian dana hibah yang diterima Yayasan Al-Ruzhan:
- 2020:
- SMKS Al-Ruzhan Tasikmalaya: Rp59.400.000 (dari Dinas Pendidikan Jabar)
- SMK Al-Ruz'han Manonjaya: Rp600 juta (dari Dinas Pendidikan Jabar)
- 2021: Rp10 miliar (dari Dinas Perumahan dan Pemukiman Jabar) untuk Pembangunan Gedung STAI AlRuzhan, dengan rincian:
- Biaya konstruksi fisik: Rp 9.325.280.104,30
- Biaya perencanaan: Rp 178.700.000
- Biaya pengawasan: Rp 300.000.000
- Biaya umum: Rp 196.000.000
- 2022 & 2023:
- STAI Al-Ruzhan: Rp30 miliar (dari Biro Kesra Setda Jabar) untuk:
- Persiapan Pekerjaan Pembangunan Gedung Rektorat Gedung Perkuliahan: Rp 5.439.999.000
- Pekerjaan Struktur pembangunan Gedung Rektorat & Gedung Perkuliahan: Rp 12.702.054.000
- Pekerjaan Arsitektur pembangunan gedung rektorat & gedung perkuliahan: Rp 8.978.546.000
- Pekerjaan MEP (mechanical, electrical, plumbing): Rp 2.879.401.000
- Pondok Pesantren Al-Ruzhan: Rp2,5 milyar (dari Biro Kesra Setda Jabar)
- STAI Al-Ruzhan: Rp30 miliar (dari Biro Kesra Setda Jabar) untuk:
- 2024: SMK Al-Ruzhan: Rp2 milyar (dari Dinas Pendidikan Jabar)
Upaya konfirmasi kepada Uu Ruzhanul Ulum terkait aliran dana hibah ke yayasannya melalui pesan singkat dan panggilan telepon belum mendapatkan respons hingga saat ini. Evaluasi dana hibah ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam penyaluran bantuan pemerintah, serta memastikan bahwa dana tersebut benar-benar sampai kepada pihak yang membutuhkan, terutama pesantren dan lembaga pendidikan yang kurang mampu.