Pengusaha Korsel Puji Kebijakan Investasi Terbuka Indonesia dalam Pertemuan dengan Presiden Prabowo
Presiden terpilih Prabowo Subianto menerima kunjungan delegasi Federasi Industri Korea (FKI) di Istana Merdeka, Jakarta, yang terdiri dari para pemimpin perusahaan terkemuka Korea Selatan. Pertemuan tersebut menjadi platform bagi para pengusaha untuk menyampaikan apresiasi atas keterbukaan pemerintah Indonesia dalam memfasilitasi investasi dan kerja sama ekonomi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa para pengusaha Korea Selatan secara khusus memuji pendekatan inklusif yang diterapkan pemerintah Indonesia dalam menjalin kemitraan ekonomi. Mereka merasa didengar dan dihargai, yang memotivasi mereka untuk meningkatkan investasi di berbagai sektor.
Delegasi FKI yang terdiri dari 19 perwakilan perusahaan, menyampaikan laporan mengenai perkembangan investasi mereka di Indonesia. Salah satu proyek yang menjadi sorotan adalah pembangunan pabrik petrokimia Lotte Chemical, yang dijadwalkan akan diresmikan dalam waktu dekat. Presiden Prabowo menyambut baik proyek ini dan menugaskan Danantara untuk mengkaji lebih lanjut potensi partisipasi Indonesia.
Selain Lotte Chemical, perusahaan-perusahaan besar lainnya seperti KB Financial Group, Hyundai Motor Group, dan POSCO Holdings juga menyampaikan perkembangan positif dalam investasi mereka di Indonesia. KB Financial Group, yang mengelola Bank Bukopin, melaporkan kinerja yang memuaskan dengan mencetak keuntungan selama empat tahun berturut-turut. Hyundai Motor Group juga menyatakan bahwa operasional mereka di Indonesia berjalan dengan baik.
POSCO Holdings mengungkapkan rencana ambisius untuk memperluas kerja sama dengan Krakatau Steel dalam proyek Pohang Steel. Proyek ini akan memasuki fase kedua dengan target meningkatkan kapasitas produksi hingga 10 juta ton. Integrasi yang lebih mendalam antara kedua perusahaan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan daya saing.
EcoPro juga menunjukkan komitmen investasi yang kuat dengan menanamkan modal sebesar hampir 500 juta dolar AS di Morowali untuk membangun fasilitas produksi katoda prekursor dan smelter nikel. KCC Glass Corporation, yang telah beroperasi di kawasan industri Batang, juga berencana untuk memperluas bisnisnya.
Airlangga Hartarto menekankan bahwa total nilai investasi dari 19 grup usaha tersebut mencapai hampir 15,4 miliar dolar AS, dengan tambahan rencana investasi sebesar 1,7 miliar dolar AS. Investasi yang telah direalisasikan mencapai Rp 269 triliun, dan akan ditambah lagi Rp 30 triliun.
Federasi Industri Korea (FKI) adalah organisasi bisnis terkemuka di Korea Selatan yang beranggotakan lebih dari 400 perusahaan. Pertemuan ini menjadi bukti nyata komitmen kedua negara untuk memperkuat hubungan ekonomi dan mendorong investasi yang saling menguntungkan.