Tragedi di Kolong Tol: Puluhan Kambing Mati Diduga Akibat Konsumsi Sampah di Dekat JIS

Peternak kambing di kawasan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara, meratapi kerugian akibat puluhan hewan ternaknya mati. Insiden ini diduga kuat disebabkan oleh konsumsi sampah yang menumpuk di lahan kosong dekat kolong tol, tak jauh dari Jakarta International Stadium (JIS).

Ahmad Fahrudin, seorang peternak berpengalaman yang telah menggeluti usaha ini sejak tahun 2000, mengungkapkan keprihatinannya. Ia memperkirakan, rata-rata enam ekor kambingnya mati setiap tahun akibat memakan sampah yang berserakan. Lokasi peternakannya yang berada di belakang Danau Cincin, berseberangan dengan kolong tol, menjadi ironi tersendiri. Dahulu, lahan kosong antara peternakan dan kolong tol dipenuhi rerumputan hijau yang menjadi sumber pakan alami bagi kambing-kambingnya.

Namun, seiring waktu, pemandangan itu berubah drastis. Rerumputan hijau semakin menghilang, digantikan oleh gunungan sampah yang mengkhawatirkan. Kambing-kambing yang dilepas untuk mencari makan, tanpa sengaja menelan sampah-sampah tersebut, yang mengakibatkan berbagai masalah kesehatan hingga berujung pada kematian.

Dengan jumlah ternak mencapai 80 ekor, Ahmad mengaku kesulitan untuk terus-menerus mengawasi dan mengurung kambing-kambingnya di dalam kandang. Ia menyadari betul risiko yang dihadapi, namun keterbatasan sumber pakan alami memaksa dirinya untuk mengambil langkah tersebut. Kematian kambing akibat makan sampah, bagi Ahmad, sudah menjadi bagian dari risiko yang harus ditanggung sebagai peternak di lingkungan tersebut.

Kabar baiknya, situasi mulai membaik. Upaya pembersihan sampah di sekitar kolong tol telah dilakukan, sehingga mengurangi risiko kambing memakan sampah berbahaya. Meskipun demikian, tragedi ini menjadi pengingat penting tentang pengelolaan sampah yang buruk dan dampaknya terhadap lingkungan serta kehidupan hewan ternak.