Reda Manthovani Tekankan Pentingnya Ketepatan Gizi dalam Program Makan Bergizi Gratis untuk Siswa Disabilitas
Program makan bergizi gratis (MBG) yang akan menyasar siswa disabilitas harus dipastikan tepat sasaran dan memenuhi kebutuhan gizi khusus mereka. Penegasan ini disampaikan oleh Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Reda Manthovani, seorang tokoh yang aktif dalam isu-isu disabilitas.
Dalam uji coba program MBG di Sekolah Khusus Negeri 1 Tangerang Selatan, Reda Manthovani menekankan pentingnya komunikasi antara pihak sekolah dan penyedia makanan, khususnya UMKM. Tujuannya adalah memastikan bahwa menu yang disajikan sesuai dengan kebutuhan gizi siswa disabilitas.
"Komunikasi yang baik dengan pihak sekolah sangat krusial. Dengan begitu, UMKM yang terlibat dapat menyajikan makanan yang benar-benar tepat sasaran dan memenuhi kebutuhan gizi yang spesifik," ujarnya.
Reda Manthovani menyoroti bahwa siswa disabilitas memiliki kebutuhan gizi yang berbeda dengan siswa reguler. Konsumsi tepung dan gula yang berlebihan perlu dibatasi. Hal ini menjadi perhatian penting dalam penyusunan menu MBG.
"Siswa disabilitas umumnya perlu membatasi konsumsi tepung dan gula. Makanan manis seperti cokelat juga perlu dihindari," jelasnya.
Acara uji coba MBG ini dihadiri oleh Gubernur Banten Andra Soni. Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi antara Yayasan Inklusi Pelita Bangsa, pihak swasta, dan pemerintah daerah. Reda Manthovani berharap kegiatan ini dapat menginspirasi daerah lain untuk menyelenggarakan program serupa. Ia mengakui bahwa perhatian terhadap MBG bagi siswa disabilitas masih minim.
"Saat ini, fokus pemerintah dan masyarakat masih tertuju pada MBG untuk siswa reguler. Kami, dari kalangan yang peduli terhadap disabilitas, berinisiatif untuk mengisi kekosongan ini," ungkapnya.
Gubernur Andra Soni menyatakan komitmennya untuk berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk swasta dan masyarakat, dalam pelaksanaan program MBG. Ia menekankan pentingnya kerjasama untuk mempercepat implementasi program ini.
"Kunci keberhasilan program ini adalah kerjasama. Kami bersyukur banyak perusahaan di Banten yang ingin berkontribusi. Kami akan berupaya memberikan arahan yang tepat agar kontribusi mereka dapat optimal," kata Andra Soni.
Inisiatif ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memastikan bahwa siswa disabilitas mendapatkan akses yang sama terhadap makanan bergizi, sehingga mendukung tumbuh kembang dan kesehatan mereka secara optimal.
Poin-poin penting yang perlu diperhatikan dalam program MBG untuk siswa disabilitas:
- Komunikasi intensif antara sekolah dan penyedia makanan.
- Penyusunan menu yang sesuai dengan kebutuhan gizi khusus siswa disabilitas.
- Pembatasan konsumsi tepung dan gula.
- Kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.
- Perluasan program MBG untuk siswa disabilitas ke daerah lain.