Pesan Wasiat Paus Fransiskus: Seruan Mendalam untuk Mendengarkan di Kalangan Generasi Muda

Vatikan – Sebuah pesan video yang menyentuh hati dari mendiang Paus Fransiskus telah dirilis secara anumerta, memberikan wawasan mendalam tentang kebijaksanaannya bagi kaum muda. Direkam pada 8 Januari 2025, sebulan sebelum beliau dirawat di rumah sakit, pesan ini mengungkap pentingnya mendengarkan sebagai kunci untuk perdamaian dan pemahaman.

Pesan yang tulus ini, yang direkam di Casa Santa Marta, menjadi inti dari Lokakarya Mendengarkan yang diprakarsai oleh Luca Drusian. Lokakarya ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara generasi, memfasilitasi dialog antara kaum muda dan orang dewasa tentang berbagai topik. Tujuannya adalah untuk mempromosikan seni mendengarkan dan didengarkan, menumbuhkan rasa empati dan koneksi.

Dalam pesannya, Paus Fransiskus dengan penuh semangat mendesak kaum muda untuk mendengarkan para sesepuh, khususnya kakek-nenek mereka. Beliau menekankan bahwa generasi yang lebih tua memiliki banyak pelajaran berharga untuk dibagikan, yang diperoleh dari pengalaman hidup dan kebijaksanaan. Beliau menyesalkan kecenderungan umum untuk mendengarkan dengan pikiran yang sudah dipenuhi dengan jawaban, menghalangi komunikasi yang tulus dan pengertian yang mendalam.

"Anak-anak laki-laki dan perempuan terkasih, salah satu hal terpenting dalam hidup adalah mendengarkan dan belajar cara mendengarkan," kata Paus Fransiskus, dalam rekaman yang disiarkan oleh Vatican News. "Perhatikan orang-orang dengan saksama, orang-orang tidak mendengarkan. Di tengah-tengah penjelasan, mereka akan menjawab, dan itu tidak membantu perdamaian. Dengarkan, dengarkanlah banyak-banyak,"

Dirilis bertepatan dengan Yubelium Remaja di Roma, pesan ini menemukan resonansi yang kuat di antara ratusan ribu kaum muda yang berkumpul untuk acara tersebut. Misa yang diadakan di Lapangan Santo Petrus sebagai bagian dari Novemdiales, atau sembilan hari berkabung untuk mendiang Paus, menjadi momen yang tepat untuk berbagi pesan inspiratif ini.

Kardinal Pietro Parolin, dalam Misa Hari Minggu Kerahiman Ilahi, mendesak kaum muda untuk merangkul ajaran Paus Fransiskus tentang kerahiman. Beliau menekankan bahwa dengan mempraktikkan kerahiman dan mendengarkan secara aktif, kaum muda dapat menemukan jalan menuju perdamaian dalam hubungan pribadi mereka dan berkontribusi pada dunia yang lebih harmonis.

Pesan wasiat Paus Fransiskus berfungsi sebagai pengingat abadi akan pentingnya mendengarkan dalam dunia yang sering kali ditandai dengan kebisingan dan gangguan. Seruannya untuk mendengarkan para sesepuh dan terlibat dalam komunikasi yang tulus menawarkan jalan menuju pemahaman yang lebih dalam, empati, dan perdamaian.