Akses Terputus, Jembatan Penghubung Desa di Luwu Ambruk Diterjang Arus Deras
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, menyebabkan sebuah jembatan yang menjadi urat nadi penghubung antar desa di Desa Binturu, Kecamatan Larompong, ambruk pada hari Minggu (27/04/2025). Insiden ini mengakibatkan terputusnya akses transportasi bagi warga setempat, baik yang menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Ambruknya jembatan ini disebabkan oleh derasnya arus air yang menggerus fondasi jembatan. Akibatnya, jembatan tidak dapat lagi dilalui oleh kendaraan apapun. Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu telah mengambil langkah-langkah koordinasi untuk mengatasi dampak dari kerusakan infrastruktur vital ini.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu, Andi Baso Tenriesa, menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Luwu untuk segera menangani kerusakan jembatan tersebut. Mengingat perbaikan infrastruktur merupakan kewenangan dinas teknis, BPBD Luwu bertindak sebagai koordinator dalam penanganan bencana ini.
Warga yang terdampak ambruknya jembatan dialihkan ke jalur alternatif. Bagi pengendara roda empat, disarankan untuk melewati jalan alternatif melalui Dusun Baledo, Desa Binturu, menuju Bukit Sutera. Sementara itu, pengendara roda dua memiliki pilihan jalur yang lebih fleksibel, yaitu melalui rute Dusun Baledo atau melalui jalur Binturu - Salu Tabang.
Ketua DPRD Luwu, Ahmad Gazali Hidayat, menyatakan komitmennya untuk mempercepat penanganan jembatan yang ambruk. Pihaknya akan mengusulkan penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mendanai perbaikan jembatan. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses perbaikan dan memulihkan akses transportasi bagi masyarakat Desa Binturu dan sekitarnya.
Berikut adalah rute alternatif yang bisa digunakan warga:
- Roda Empat: Dusun Baledo, Desa Binturu, menuju Bukit Sutera
- Roda Dua: Dusun Baledo atau Binturu - Salu Tabang