Duka Mendalam di Potlot: Musisi Indonesia Berduka Atas Kepergian Bunda Iffet
Musisi Indonesia Berduka Atas Kepergian Bunda Iffet
Kabar duka menyelimuti dunia musik Indonesia. Iffet Veceha Sidharta, yang akrab disapa Bunda Iffet, ibunda dari drummer Slank, Bimbim, menghembuskan nafas terakhirnya di usia 87 tahun. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Slank, para penggemar yang dikenal sebagai Slankers, dan juga para musisi yang merasa dekat dengan sosoknya.
Jenazah Bunda Iffet disemayamkan di Markas Slank, yang terletak di Gang Potlot, kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Rumah yang telah menjadi saksi bisu perjalanan panjang Slank dan menjadi tempat berkumpulnya para musisi dari berbagai generasi.
Bunda Iffet bukan hanya sekadar ibu bagi Bimbim, tetapi juga menjadi sosok ibu bagi banyak musisi yang kerap menghabiskan waktu di Potlot. Banyak musisi Indonesia yang merasa kehilangan sosok ibu yang selalu memberikan dukungan dan kasih sayang.
Armand Maulana, vokalis grup band GIGI, mengungkapkan kesedihannya melalui media sosial. Ia mengenang Bunda Iffet sebagai sosok yang selalu hadir dalam setiap penampilan GIGI bersama Slank. Bunda Iffet selalu menyempatkan diri untuk menonton dari pinggir panggung, memberikan semangat, dan memeluknya setelah selesai manggung. Bagi Armand, Bunda Iffet adalah sosok pengganti ibunya yang telah tiada, yang selalu menunggunya saat bekerja di atas panggung.
Selain Armand Maulana, banyak musisi lain yang juga memiliki kenangan manis bersama Bunda Iffet di Potlot. Anang Hermansyah, penyanyi dan penulis lagu, seringkali berkunjung ke Potlot dan bernostalgia bersama Bimbim dan Kaka Slank. Mereka mengenang masa-masa di era 1990-an, ketika banyak band mulai bergabung di Potlot dan terinspirasi oleh kesuksesan Slank.
Anang Hermansyah mengatakan bahwa Potlot telah melahirkan grup-grup musik hebat. GIGI, misalnya, dengan motor penggeraknya Ronald dan Thomas, tumbuh dan berkembang dari komunitas ini. Potlot menjadi tempat bertemunya ide-ide kreatif dan menjadi wadah bagi para musisi untuk saling mendukung dan menginspirasi.
Ari Lasso, mantan vokalis Dewa 19, juga memiliki kenangan tersendiri tentang Potlot. Dalam sebuah vlog, ia menceritakan bahwa ia dan para personel Dewa 19 sering mampir ke markas Slank sebelum atau sesudah rekaman. Ia mengenang warung Mbak Yayah di Potlot, tempat mereka sering menikmati sayur asem, ikan asin, dan sambal yang lezat.
Kepergian Bunda Iffet meninggalkan luka yang mendalam bagi dunia musik Indonesia. Sosoknya akan selalu dikenang sebagai ibu bagi para musisi, sebagai wanita yang penuh kasih sayang, dan sebagai bagian tak terpisahkan dari sejarah musik Indonesia.
- Armand Maulana mengenang Bunda Iffet sebagai sosok pengganti ibunya.
- Anang Hermansyah menyebut Potlot melahirkan banyak musisi hebat.
- Ari Lasso mengingat warung Mbak Yayah sebagai tempat favorit di Potlot.
Potlot bukan hanya sekadar tempat, tetapi juga sebuah komunitas yang telah melahirkan banyak musisi hebat dan menjadi saksi bisu perjalanan panjang musik Indonesia. Kehadiran Bunda Iffet di Potlot telah memberikan warna tersendiri dan meninggalkan kenangan yang tak terlupakan bagi para musisi yang pernah merasakan kehangatan dan kasih sayangnya.