Ganjar Pranowo Enggan Tanggapi Polemik Ijazah Jokowi, Pilih Fokus Isu Strategis Nasional

Polemik dugaan ijazah palsu yang menyeret nama mantan Presiden Joko Widodo terus bergulir. Namun, tokoh politik nasional, Ganjar Pranowo, memilih untuk tidak memberikan komentar terkait isu tersebut. Saat ditemui di kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Sabtu (26/4/2025), Ganjar menyatakan bahwa dirinya lebih tertarik untuk membahas isu-isu yang dianggap lebih relevan dan strategis bagi kemajuan bangsa.

"Saya tidak tertarik untuk komentar soal itu ya. Saya lebih tertarik mengomentari korban PHK hari ini, siapa yang tidak bisa bekerja, bagaimana kondisi perubahan global saat ini yang mesti kita respons, itu jauh lebih menarik," ungkapnya.

Ganjar menilai, energi publik sebaiknya difokuskan pada penyelesaian masalah-masalah mendesak yang dihadapi masyarakat, seperti gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dampak perubahan iklim global. Isu-isu ini, menurutnya, memerlukan perhatian dan solusi yang komprehensif dari berbagai pihak.

Terlebih lagi, Ganjar menyoroti bahwa kasus dugaan ijazah palsu ini telah memasuki ranah hukum. Pihak-pihak yang terlibat, termasuk penggugat dan tergugat, telah menyatakan kesiapan untuk menyampaikan bukti-bukti di pengadilan. Oleh karena itu, Ganjar merasa bahwa proses hukum yang sedang berjalan harus dihormati dan diberi kesempatan untuk mengungkap kebenaran.

"Saya rasa dua pihak sudah siap membuktikan di pengadilan. Jadi, mari kita berbicara yang lebih strategis untuk ke depan," tegas Ganjar.

Sidang perdana kasus ini sendiri telah digelar di Pengadilan Negeri (PN) Solo, Jawa Tengah, pada Kamis (24/4/2025). Gugatan diajukan oleh Muhammad Taufiq, yang mewakili kelompok bernama Ijazah Palsu Usaha Gak Punya Malu (TIPU UGM). Dalam persidangan tersebut, Jokowi sebagai tergugat I diwakili oleh kuasa hukumnya, Irpan, karena sedang menjalankan tugas kenegaraan di Jakarta. Selain Jokowi, pihak-pihak lain yang turut menjadi tergugat adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo, SMA Negeri 6 Surakarta, dan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Masing-masing pihak diwakili oleh kuasa hukum mereka.

Dengan adanya proses hukum yang sedang berjalan, Ganjar berharap agar semua pihak dapat menahan diri dan menghormati proses yang ada. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk fokus pada isu-isu yang lebih strategis dan konstruktif bagi kemajuan bangsa dan negara.

Isu dugaan ijazah palsu Jokowi sendiri telah lama menjadi perdebatan di kalangan masyarakat. Beberapa pihak meragukan keabsahan ijazah yang digunakan Jokowi saat mencalonkan diri sebagai presiden. Namun, pihak Jokowi selalu membantah tudingan tersebut dan menyatakan bahwa ijazahnya sah dan diperoleh melalui proses pendidikan yang benar.

Terlepas dari polemik yang ada, Ganjar Pranowo memilih untuk tidak terlibat dalam perdebatan tersebut. Ia lebih memilih untuk fokus pada isu-isu yang dianggapnya lebih penting dan mendesak bagi kepentingan masyarakat luas.