Santri Korban Salah Tangkap di Pasuruan Pulih dan Kembali Beraktivitas di Pondok
Muhammad Sulaiman (18), seorang santri Pondok Pesantren (Ponpes) Metal di Rejoso, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, yang menjadi korban salah tangkap, menunjukkan pemulihan signifikan setelah tiga hari kembali ke lingkungan pondoknya.
Santri yang sebelumnya mengalami trauma akibat kejadian tersebut, kini telah berbaur kembali dengan kegiatan sehari-hari di pondok. Ia tampak aktif membantu dan melayani keluarga pengasuh pondok, KH Akhmad Nurkholis, tanpa menunjukkan rasa minder atau ketakutan. Kebahagiaan terpancar dari raut wajahnya saat kembali berinteraksi dengan teman-teman santri.
Zainul Arifin, salah seorang pengurus pondok yang mendampingi Sulaiman sejak kepulangannya, mengungkapkan perkembangan positif kondisi psikologis santri tersebut. Luka lebam yang sempat menghiasi hidungnya pun telah sembuh. Pada awalnya, Sulaiman sempat merasa takut untuk keluar dari area rumah pengasuh, namun kini ia sudah berani beraktivitas di luar, meskipun tetap didampingi oleh santri lain. Selain membantu keluarga pengasuh, Sulaiman juga aktif mengikuti kegiatan mengaji bersama santri lainnya.
Tidak ada perlakuan khusus yang diberikan kepada Sulaiman. Hanya saja, untuk memberikan rasa aman dan nyaman, kamar tidurnya kini berada di dekat kamar pengasuh pondok. Seperti yang diketahui, Muhammad Sulaiman menjadi korban salah tangkap pada Senin malam (21/04/2025). Para pelaku awalnya mengira Sulaiman adalah seorang bernama Roni alias Dompes yang menjadi target mereka karena diduga terlibat dalam kasus narkoba. Polres Pasuruan Kota telah menetapkan empat orang tersangka dalam kasus ini, sementara Roni masih dalam pengejaran pihak kepolisian.