Imbas Dugaan Tindak Asusila, RS Persada Hospital Putus Kontrak Dokter AY
Persada Hospital, Malang, mengambil tindakan tegas terhadap seorang dokter berinisial AY terkait dugaan kasus pelecehan seksual yang mencuat baru-baru ini. Pihak rumah sakit telah mengumumkan pemutusan hubungan kerja dengan dokter yang bersangkutan sebagai respons atas laporan dan investigasi yang dilakukan.
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui video di akun Instagram rumah sakit, manajemen Persada Hospital menyatakan penyesalan mendalam atas kejadian tersebut. Mereka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya kepada individu yang merasa dirugikan oleh tindakan oknum dokter tersebut. Rumah sakit menekankan bahwa insiden ini mencoreng nama baik institusi dan bertentangan dengan nilai-nilai yang dijunjung tinggi.
"Sebagai bentuk tanggung jawab, kami telah memberhentikan dokter AY dari seluruh aktivitas dan tanggung jawab di Persada Hospital," demikian pernyataan dalam video tersebut. Rumah sakit juga menegaskan komitmennya untuk menjunjung tinggi harkat dan martabat perempuan, serta memastikan keamanan dan kenyamanan pasien dalam mendapatkan layanan medis. Mereka berjanji akan memperketat pengawasan dan meningkatkan standar etika serta profesionalisme seluruh staf medis.
Kasus ini bermula dari pengakuan seorang wanita berinisial QAR (31) melalui media sosial, yang mengaku menjadi korban tindakan tidak senonoh oleh dokter AY pada September 2022. QAR, yang saat itu sedang berlibur di Malang, menceritakan detail kejadian yang dialaminya. Pengakuan ini kemudian viral dan memicu reaksi keras dari warganet, yang menuntut pihak rumah sakit untuk bertindak tegas.
Supervisor Humas Persada Hospital, Sylvia Kitty Simanungkalit, mengkonfirmasi kebenaran informasi terkait pemberhentian dokter AY. Ia menyatakan bahwa keputusan ini diambil setelah melalui proses investigasi internal dan mempertimbangkan berbagai aspek terkait kasus tersebut. Meskipun demikian, pihak rumah sakit belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai detail investigasi dan alasan pemberhentian dokter AY. Mereka berjanji akan memberikan informasi lebih lanjut secepatnya, sambil mengharapkan pengertian dari semua pihak.
Pihak Persada Hospital sendiri telah menyerahkan kasus ini kepada pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen rumah sakit untuk mendukung proses hukum dan memastikan keadilan bagi semua pihak yang terlibat.
Persada Hospital menyatakan akan terus berbenah dan meningkatkan kualitas layanan, serta memperketat pengawasan internal untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Rumah sakit juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi pasien dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.