Jetour G700, Mobil Amfibi dengan Teknologi Hybrid, Siapakah yang Akan Menjadi Pasar Berikutnya?
Jetour G700, Mobil Amfibi dengan Teknologi Hybrid, Siapakah yang Akan Menjadi Pasar Berikutnya?
Pabrikan otomotif Jetour kembali menggemparkan dunia otomotif dengan memperkenalkan Jetour G700 di Shanghai Auto Show (SAS) 2025. Kendaraan off-road ini tidak hanya menawarkan desain yang tangguh, tetapi juga fitur amfibi yang unik, memungkinkan pengemudi untuk melibas berbagai medan, termasuk perairan.
Kehadiran G700 di pameran tersebut sontak menimbulkan pertanyaan, kapan mobil revolusioner ini akan menyapa pasar Indonesia? Moch Ranggy Radiansyah, Marketing Director PT Jetour Motor Indonesia (JMI), memberikan sedikit pencerahan terkait potensi kehadiran G700 di Indonesia. Menurutnya, JMI membuka peluang untuk memasarkan G700 di Indonesia, namun hal ini tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Alasannya, G700 sudah menggunakan platform 3.0, sementara JMI saat ini masih fokus pada pengembangan platform 2.0 di Indonesia.
"Kita di Indonesia itu mulai dari platform 1.0, di mana kita hadir sesuai road map Jetour. Soon, kita masuk ke 2.0 di mana hadir dengan off road travel series, kalau G700 kan masuknya ke Jetour 3.0," jelas Ranggy di Shanghai, China.
Lebih lanjut, Ranggy mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat, JMI akan fokus pada peluncuran tiga model baru di Indonesia, yaitu Jetour T2, Jetour X50e, dan Jetour X20e. Sementara itu, kehadiran G700 di Indonesia masih menjadi rencana jangka panjang.
"Tentu mobil itu masuk road map Indonesia, tapi untuk masa depan," imbuhnya.
Kendati sudah diperkenalkan ke publik, Jetour masih belum mengumumkan harga resmi untuk G700. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa pengumuman harga akan dilakukan pada kuartal terakhir tahun 2025 di salah satu negara di kawasan Timur Tengah. Hal ini menimbulkan spekulasi mengenai negara mana yang akan menjadi pasar pertama bagi G700.
Selain harga, Jetour juga masih enggan mengungkap detail spesifikasi dan teknologi yang diusung oleh G700. Namun, mobil ini diposisikan di segmen menengah antara G600 dan G900, yang juga turut dipamerkan di SAS 2025.
Berdasarkan informasi yang beredar, Jetour G700 akan ditenagai oleh mesin CDM-O Plug-in Hybrid berkapasitas 2.000 cc turbocharged yang dipadukan dengan dua motor listrik. Kombinasi ini menghasilkan tenaga gabungan sebesar 750 dk dan torsi 795 Nm. Sistem penggeraknya menggunakan 4WD atau empat roda.
Interior G700 menawarkan konfigurasi enam kursi dengan desain mewah dan sentuhan warna lembut. Di bagian kokpit, terdapat layar sentuh berukuran besar yang mendominasi konsol tengah. Kabarnya, mobil ini juga akan dilengkapi dengan fitur oksigen di ruang kabin, yang berguna dalam kondisi tertentu, seperti saat berada di dataran tinggi atau ketika mobil terendam air.
Jetour G700 menggunakan arsitektur cerdas segala medan yang disebut GAIA (Generation of All-terrain Intelligent Architecture). Arsitektur GAIA diintegrasikan dengan sistem super hybrid iDM-O dan sistem pemanjangan jangkauan kendaraan amfibi iEM-O. Fitur revolusioner ini menetapkan standar baru untuk performa amfibi, memungkinkan kendaraan beroperasi secara optimal di darat maupun di air.
Dengan kombinasi fitur amfibi, teknologi hybrid, dan desain yang mewah, Jetour G700 berpotensi menjadi game-changer di pasar otomotif global. Pertanyaan selanjutnya, negara mana yang akan menjadi pasar pertama bagi mobil revolusioner ini, dan kapan konsumen Indonesia dapat merasakan sensasi berkendara dengan Jetour G700?
Fitur Utama Jetour G700:
- Fitur Amfibi
- Mesin CDM-O Plug-in Hybrid
- Tenaga 750 dk, Torsi 795 Nm
- Sistem Penggerak 4WD
- Arsitektur GAIA
- Sistem Super Hybrid iDM-O
- Sistem Pemanjangan Jangkauan Kendaraan Amfibi iEM-O