Optimisme Pasar: IHSG dan Rupiah Rebound di Pembukaan Perdagangan

markdown Pasar modal Indonesia menunjukkan sinyal positif di awal sesi perdagangan hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah sama-sama mencatatkan penguatan, memberikan angin segar bagi para investor.

Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka di zona hijau. Berdasarkan data dari RTI, pada pukul 09.04 WIB, IHSG berada di level 6.656,94, meningkat sebesar 43,47 poin atau 0,66 persen dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level 6.613,47. Aktivitas perdagangan menunjukkan sentimen positif dengan 271 saham menguat, sementara 102 saham mengalami penurunan. Sebanyak 193 saham terpantau stagnan. Total nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 633,15 miliar dengan volume perdagangan sebanyak 1,34 miliar saham.

Pergerakan bursa regional Asia menunjukkan variasi. Strait Times Singapura turun 0,30 persen (11,43 poin) ke level 3.820,47 dan Shanghai Composite melemah tipis 0,00 persen (0,01 poin) ke level 3.297,28. Sebaliknya, Nikkei 225 Jepang melonjak 1,45 persen (507,19 poin) ke level 35.546,30 dan Hang Seng Hong Kong naik 0,77 persen (169,35 poin) ke level 22.079,11.

Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga menunjukkan tren positif. Data Bloomberg menunjukkan bahwa pada pukul 09.15 WIB, rupiah berada di level Rp 16.821 per dolar AS, menguat 51 poin atau 0,30 persen dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di Rp 16.872 per dolar AS.

Sebelumnya usulan tersebut akan membebaskan suku cadang mobil dari tarif, yang itu artinya masuk dalam kategori ”destacking”. Untuk mendukung hal tersebut, bahkan Xi bersiap untuk mencabut sanksi terhadap sejumlah anggota perlamen Uni Eropa.

Analis pasar modal memberikan pandangan terkait pergerakan IHSG. Analis dari NH Sekuritas menyatakan bahwa IHSG berpotensi mengalami penguatan terbatas dengan level support di 6.530 dan resistance di 6.800.

Sementara itu, analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, memperkirakan IHSG akan mengalami koreksi sesaat sebelum melanjutkan tren kenaikannya. Ia berpendapat bahwa IHSG berpotensi melewati level resisten fraktal di 6.707. Koreksi yang terjadi diperkirakan akan menguji area gap antara 6.538 dan 6.588, namun tidak sampai menembus support di 6.486. Ivan juga menambahkan bahwa level support IHSG berada di 6.486, 6.406, 6.317, dan 6.148, sedangkan level resistennya berada di 6.663, 6.707, dan 6.818. Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bullish.

Pengamat Pasar Uang, Ariston Tjendra, menjelaskan bahwa data klaim tunjangan pengangguran AS semalam sesuai dengan proyeksi, meskipun lebih tinggi dari minggu sebelumnya. Hal ini tidak melemahkan dolar AS, yang justru terlihat kembali menguat. Ia juga menyoroti sikap Presiden Trump yang mulai melunak terhadap China, memberikan sentimen positif ke pasar keuangan dan mendorong penguatan dolar AS karena potensi peningkatan tingkat konsumsi di AS jika tarif impor tidak tinggi.

Ariston menambahkan bahwa nilai tukar regional cenderung melemah terhadap dolar AS seiring dengan penguatan mata uang tersebut. Masalah kebijakan tarif juga masih menjadi perhatian pelaku pasar. Ia mencatat bahwa rupiah kemarin tidak menguat, berbeda dengan sebagian besar nilai tukar regional, yang mengindikasikan tekanan terhadap rupiah masih tinggi. Ariston memperkirakan potensi pelemahan rupiah hari ini ke arah 16.900, dengan potensi support di kisaran 16.850.