Pemakaman Paus Fransiskus: Puluhan Kepala Negara Dijadwalkan Hadir, Indonesia Kirim Delegasi
Dunia berduka atas wafatnya Paus Fransiskus, yang meninggal dunia di Vatikan pada hari Senin (21/4/2025) dalam usia 88 tahun. Pemakaman Paus akan dilangsungkan di Basilika Santa Maria Maggiore, Roma, dan diperkirakan akan dihadiri oleh para pemimpin dunia serta tokoh-tokoh penting dari berbagai kalangan.
Kardinal Ignatius Suharyo, Uskup Agung Jakarta, mengungkapkan bahwa informasi yang ia terima menunjukkan kehadiran signifikan dari para kepala negara. "Yang saya dengar sudah ada 95 kepala negara yang akan hadir pada waktu pemakaman Paus," ujarnya dalam konferensi pers yang diadakan di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, pada Kamis (24/4/2025) malam. Jumlah ini mencerminkan betapa besar pengaruh dan penghormatan yang dimiliki Paus Fransiskus di mata dunia internasional.
Gereja Katolik Indonesia turut berpartisipasi dalam upacara pemakaman ini dengan mengirimkan perwakilan resmi. Monsinyur Antonius Subianto Bunjamin, yang menjabat sebagai Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) sekaligus Uskup Bandung, telah bertolak ke Vatikan untuk mewakili umat Katolik Indonesia. "Gereja Katolik Indonesia diwakili satu saja cukup," kata Kardinal Suharyo, menjelaskan alasan mengapa hanya satu perwakilan yang dikirim.
Selain perwakilan dari Gereja Katolik Indonesia, pemerintah Indonesia juga mengirimkan delegasi khusus untuk menghadiri pemakaman Paus Fransiskus. Presiden Prabowo Subianto menunjuk empat tokoh penting untuk mewakili negara dalam acara tersebut. Delegasi pemerintah terdiri dari:
- Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi)
- Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono
- Menteri HAM, Natalius Pigai
- Mantan Menteri ESDM, Ignasius Jonan
Kardinal Suharyo menjelaskan bahwa delegasi dari pemerintah Indonesia dan perwakilan dari Gereja Katolik Indonesia akan melakukan perjalanan secara terpisah. "Perjalanan ke Roma kelihatannya sendiri-sendiri, rombongannya beda. Rombongan dari wakil pemerintah itu resmi pemerintah, sementara rombongan Bapak Uskup itu sendirian untuk menghadiri pemakaman Paus," jelasnya. Hal ini menunjukkan bahwa kehadiran Indonesia dalam pemakaman Paus Fransiskus merupakan bentuk penghormatan dari berbagai elemen bangsa.
Kehadiran para kepala negara, delegasi pemerintah, dan perwakilan gereja dari seluruh dunia dalam pemakaman Paus Fransiskus menjadi simbol persatuan dan solidaritas global dalam mengenang sosok pemimpin spiritual yang telah memberikan kontribusi besar bagi perdamaian dan kemanusiaan.