Warga Argentina Beri Penghormatan Terakhir Kepada Paus Fransiskus di Vatikan

Ribuan orang dari berbagai negara berduyun-duyun mendatangi Basilika Santo Petrus di Vatikan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Paus Fransiskus yang telah berpulang. Suasana haru menyelimuti tempat suci tersebut saat para pelayat, termasuk seorang warga Argentina bernama Federico Rueda, berkesempatan untuk menyampaikan salam perpisahan.

Federico Rueda, seorang pria berusia 46 tahun yang mengenakan jersey tim nasional Argentina, rela mengantre selama empat jam demi bisa berada di dekat peti mati Paus Fransiskus. Baginya, momen singkat tersebut sangatlah berharga. Ia merasa terhormat bisa memberikan penghormatan terakhir kepada seorang tokoh besar yang juga berasal dari negaranya.

"Rasanya pantas untuk datang ke sini dan mengucapkan selamat jalan kepada sesama warga Argentina. Apalagi, beliau bukan sekadar warga Argentina biasa, melainkan seorang Paus yang sangat mulia," ujar Rueda dengan mata berkaca-kaca setelah keluar dari Basilika Santo Petrus.

Rueda adalah satu dari sekitar 20.000 pelayat yang telah melewati peti mati kayu Paus Fransiskus sejak dibuka untuk umum. Jenazah Paus disemayamkan selama tiga hari di sana, memberikan kesempatan bagi umat Katolik dari seluruh dunia untuk menyampaikan belasungkawa.

Waktu yang diberikan untuk setiap pelayat memang terbatas, hanya beberapa detik. Namun, Rueda yang datang jauh-jauh dari Buenos Aires, Argentina, berusaha memaksimalkan kesempatan tersebut. Ia ingin memberikan penghormatan yang layak kepada Paus Fransiskus.

Hal serupa juga dirasakan oleh Leobardo Guevara, seorang warga Meksiko berusia 24 tahun. Ia tampak menonjol di antara kerumunan karena mengenakan bendera negaranya. Guevara mengaku merasakan ketenangan yang mendalam saat melewati jenazah Paus pertama yang berasal dari benua Amerika itu.

Paus Fransiskus, yang dikenal sebagai pemimpin umat Katolik dunia yang berasal dari Amerika Latin, memiliki reputasi sebagai pembela kelompok-kelompok terpinggirkan. Ia juga aktif menyuarakan pentingnya menjaga lingkungan dan mengatasi perubahan iklim. Paus Fransiskus wafat setelah mengabdikan diri selama 12 tahun sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik.

Vatikan membuka pintu bagi seluruh umat untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Paus Fransiskus. Jenazah Paus dijadwalkan akan dimakamkan di Basilika Santa Maria Maggiore. Pemerintah Kota Roma telah meningkatkan pengamanan di seluruh kota, terutama di sekitar Vatikan dan tempat-tempat yang berpotensi menjadi pusat keramaian, untuk memastikan kelancaran prosesi pemakaman dan keamanan para pelayat.