Teror Hantui Keluarga dan Kerabat Pekerja Migran Banyuwangi yang Diduga Jadi Korban TPPO di Kamboja
Keluarga Rizal Sampurna (30), seorang pekerja migran asal Banyuwangi yang meninggal dunia di Kamboja dan diduga kuat menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), mengalami serangkaian teror yang meresahkan.
Ibunda Rizal, Sulastri, menjadi sasaran utama teror melalui panggilan telepon yang intensif selama beberapa hari terakhir. Panggilan-panggilan tersebut datang dari nomor yang berbeda, bahkan seringkali di tengah malam, menambah kecemasan dan ketakutan keluarga yang sedang berduka. Lebih jauh, teror ini tidak hanya menimpa keluarga Rizal, tetapi juga menyebar ke lingkaran teman dekatnya yang juga bekerja di Kamboja.
Menurut Saputri, sepupu Rizal, beberapa teman Rizal menerima pesan singkat dari nomor yang menggunakan foto profil perempuan. Namun, identitas sebenarnya di balik nomor tersebut adalah seorang pria yang mengaku sebagai kekasih Rizal. Pria tersebut mengklaim bahwa Rizal meninggal dunia karena sakit, sebuah pernyataan yang menimbulkan kecurigaan besar di pihak keluarga.
Keluarga Rizal merasa janggal dengan upaya klarifikasi yang dilakukan oleh orang yang mengaku sebagai kekasih Rizal. Mereka mempertanyakan bagaimana orang tersebut bisa mendapatkan nomor telepon teman-teman Rizal, dan mengapa merasa perlu untuk meyakinkan banyak orang tentang penyebab kematian Rizal. Kecurigaan ini semakin memperkuat dugaan adanya kejanggalan terkait kematian Rizal.
Sebelumnya, nomor yang sama juga telah meneror Sulastri, ibunda Rizal, selama dua hari berturut-turut. Penelepon, yang menggunakan foto profil perempuan namun bersuara laki-laki, mengaku sebagai teman kerja Rizal. Mereka menanyakan informasi pribadi keluarga Rizal, termasuk data diri dan nomor rekening dengan dalih untuk menyalurkan santunan. Penelepon bersikeras bahwa Rizal meninggal karena sakit dan mengklaim menyaksikan langsung kejadian tersebut. Bahkan, mereka memberikan informasi tentang rumah sakit tempat jenazah Rizal disemayamkan.
Namun, ketika ditanya tentang tanggal kematian Rizal, penelepon menunjukkan kebingungan dan menolak untuk memberikan identitasnya. Hal ini semakin memperkuat keyakinan keluarga Rizal bahwa ada sesuatu yang disembunyikan dan bahwa kematian Rizal mungkin tidak seperti yang diklaim oleh para penelepon misterius tersebut. Kasus ini kini menjadi perhatian serius pihak berwajib untuk segera diusut tuntas.