Minim Pengawasan, Halte Transjakarta di Cakung Memprihatinkan

Kondisi sejumlah halte Transjakarta di sepanjang Jalan Raya Bekasi, Cakung, Jakarta Timur, memprihatinkan akibat kurangnya pengawasan. Hal ini menyebabkan fasilitas publik tersebut terbengkalai dan mengalami kerusakan.

Siswanto, seorang warga Cakung, mengungkapkan kekecewaannya atas kondisi ini. Menurutnya, hilangnya besi-besi di halte Transjakarta disebabkan oleh lemahnya pengawasan dari pihak terkait. Ia berharap ada peningkatan pengawasan agar halte-halte tersebut kembali berfungsi dengan baik. Siswanto juga menyarankan agar pengawasan melibatkan pihak kepolisian, terutama pada malam hari, untuk mencegah tindakan vandalisme dan pencurian.

Adi, seorang pedagang soto yang berjualan di dekat halte Transjakarta di kawasan Cakung, membenarkan bahwa sebelumnya halte-halte tersebut dijaga oleh petugas. Namun, sejak sistem pembayaran beralih menggunakan kartu, petugas penjaga semakin jarang terlihat. Akibatnya, kondisi halte menjadi tidak terawat dan rentan terhadap tindakan kriminal.

Lebih lanjut, Adi menuturkan bahwa beberapa halte bahkan belum sempat beroperasi namun sudah mengalami kerusakan akibat pencurian. Halte di Tipar Cakung, misalnya, yang dibangun sekitar satu atau dua tahun lalu, kini sudah kehilangan besi-besinya.

Berdasarkan pengamatan di lokasi, terdapat 13 halte di sepanjang Jalan Raya Bekasi yang mengalami kerusakan dan terbengkalai. Kondisi ini terlihat di beberapa titik:

  • Tiga titik di Halte United Tractor
  • Tiga titik di Halte Tipar Cakung
  • Dua titik di Halte Pasar Cakung
  • Tiga titik di Halte Cakung Cilincing
  • Satu titik Halte Raya Bekasi Pulogebang
  • Satu titik Halte Ujung Menteng

Kerusakan yang paling umum adalah hilangnya lempengan besi pada anak tangga dan lantai ruang tunggu penumpang, sehingga hanya menyisakan rangka besi. Selain itu, kaca-kaca di ruang tunggu dan loket juga hilang. Halte-halte tersebut juga dipenuhi dengan coretan vandalisme dan ditumbuhi semak-semak liar. Meskipun demikian, masih ada beberapa penumpang Transjakarta yang tetap menunggu bus di halte-halte tersebut.