Umat Katolik Indonesia Berduka: Misa Kenangan Paus Fransiskus Digelar di KWI, Lantunan Doa Diiringi Isak Tangis

Suasana Haru Selimuti Misa Kenangan Paus Fransiskus di KWI

Meninggalnya Paus Fransiskus meninggalkan duka mendalam bagi umat Katolik di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) menggelar misa khusus untuk mengenang Paus yang wafat pada Senin, 21 April 2025. Misa yang berlangsung di Kapel Fransiskus, Gedung KWI, Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu, 23 April 2025, dipenuhi oleh umat yang ingin memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin spiritual mereka.

Kapel Fransiskus, yang sengaja didedikasikan oleh KWI, menjadi saksi bisu keharuan umat yang hadir. Sebagian besar peserta adalah para pekerja kantoran dari KWI dan sekitarnya, serta para biarawati. Mereka menyempatkan diri di tengah kesibukan kerja untuk mengikuti ibadah yang dimulai pukul 15.00 WIB. Suasana khusyuk terasa sejak awal misa, ketika Romo memimpin Tanda Salib. Dalam kotbahnya, Romo mengingatkan umat akan kesederhanaan Paus Fransiskus dan semangatnya yang membara saat berkunjung ke Indonesia.

Kenangan Umat Akan Sosok Paus Fransiskus

Selama misa berlangsung, umat tampak khusyuk berdoa dan merenungkan ajaran-ajaran Paus Fransiskus. Beberapa di antara mereka bahkan tak kuasa menahan air mata, terutama saat seorang lektris membacakan doa umat. Dengan suara bergetar, wanita tersebut memohon agar Paus Fransiskus diterima di sisi Bapa di Surga, setelah mewartakan cinta kasih dan perdamaian semasa hidupnya. Yudha, seorang pekerja kantoran yang hadir dalam misa, mengungkapkan kesedihannya atas kepergian Paus Fransiskus. Ia mengaku sangat kehilangan sosok yang mengajarkan nilai-nilai persaudaraan, cinta kasih, dan kepedulian terhadap kaum marginal.

Yudha juga menceritakan pengalamannya melihat langsung Paus Fransiskus saat kunjungan apostolik ke Indonesia pada September 2024. Meskipun hanya dari kejauhan, ia merasakan betapa Paus dicintai oleh umat. Senyum dan semangat Paus saat menyapa umat dari dalam mobil, menurut Yudha, menjadi kenangan yang tak terlupakan. KWI sendiri menggelar misa mengenang Paus Fransiskus selama tiga hari, mulai Selasa hingga Jumat. Romo Paulus Christian Siswantoko Pr, Sekretaris Eksekutif KWI, menjelaskan bahwa misa ini merupakan wujud ikatan batin yang mendalam antara KWI dan Paus Fransiskus. KWI mengenang Paus sebagai pribadi yang sederhana, mencintai sesama, dan peduli terhadap lingkungan.

Romo Siswantoko juga mengenang kesibukan KWI dalam mempersiapkan kedatangan Paus ke gedung mereka yang baru direnovasi. Semua karyawan dan biarawan-biarawati berlomba-lomba untuk mendekati Paus. Menurutnya, Paus Fransiskus telah memberikan banyak inspirasi melalui seruan-seruan perdamaian dan ajaran tentang mencintai lingkungan hidup serta bersaudara dengan siapapun. KWI merasa bersyukur atas teladan yang diberikan Paus Fransiskus dan terpanggil untuk mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari.