Sekolah Rakyat DIY Buka Pintu bagi Pendidik Non-ASN, Peluang Mengabdi untuk Pendidikan Masyarakat
Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui Dinas Sosial (Dinsos) membuka kesempatan emas bagi para guru non-Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk turut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui program Sekolah Rakyat (SR).
Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih, menjelaskan bahwa kebutuhan tenaga pengajar akan dipenuhi melalui kerjasama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Disdakmen), serta pemerintah kabupaten dan provinsi. Inisiatif ini membuka peluang bagi berbagai kalangan pendidik, termasuk guru-guru kepala sekolah yang belum terakomodir dalam formasi ASN.
"Kami akan melakukan seleksi bagi guru-guru kepala sekolah yang belum masuk formasi, misalnya," ujar Endang, Rabu (23/4/2025). Beliau menambahkan bahwa kesempatan ini terbuka lebar bagi guru yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), yang belum berstatus PPPK, maupun yang sudah berstatus PNS. Semua memiliki peluang yang sama untuk berkontribusi dalam program SR.
Program SR di tingkat SMA di DIY akan menampung sebanyak 150 siswa, yang akan dibagi ke dalam dua lokasi strategis. Sebanyak 100 siswa akan ditempatkan di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Sonosewu, Kabupaten Bantul, sementara 50 siswa lainnya akan belajar di Purwomartani, Kabupaten Sleman.
Yang menarik, seleksi penerimaan siswa SR tidak didasarkan pada nilai akademis. Kriteria utama yang menjadi pertimbangan adalah status ekonomi keluarga yang kurang mampu dan semangat belajar yang tinggi dari calon siswa. "Yang terpenting saat ini adalah mereka berasal dari keluarga miskin dan memiliki kemauan untuk bersekolah," tegas Endang.
Sebelumnya, Dinsos DIY telah secara resmi membuka pendaftaran Sekolah Rakyat (SR), yang akan berlangsung hingga 30 April 2025. Endang Patmintarsih mengonfirmasi bahwa proses perekrutan siswa telah dimulai dan akan terus berjalan hingga batas waktu yang ditentukan. "Kami sudah memulai perekrutan siswa untuk tahun ajaran baru yang akan dimulai pada 1 Juli. Untuk jenjang SMA, kami membuka pendaftaran dan akan melakukan persiapan secara intensif selama bulan Mei agar semua siap pada saat tahun ajaran baru dimulai," jelasnya.
Program Sekolah Rakyat ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas dan meningkatkan taraf hidup mereka di masa depan. Selain itu, program ini juga menjadi wadah bagi para guru non-ASN untuk berkontribusi secara nyata dalam dunia pendidikan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.