Rupiah Tertekan di Tengah Penantian Arah Kebijakan Moneter BI
Rupiah Berjuang di Tengah Ketidakpastian Global
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mengalami tekanan pada perdagangan Rabu (23/4/2025), di tengah antisipasi pasar terhadap arah kebijakan moneter Bank Indonesia (BI). Pelemahan ini terjadi setelah BI memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI rate di level 5,75 persen.
Data Bloomberg menunjukkan rupiah berada di level Rp 16.871 per dolar AS di pasar spot, atau melemah 12 poin (0,07 persen) dibandingkan penutupan sebelumnya. Pelemahan ini melanjutkan tren negatif dari hari Selasa, di mana rupiah ditutup pada Rp 16.859 per dolar AS, turun 53 poin atau 0,32 persen.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia terhadap dolar AS menunjukkan variasi. Beberapa mata uang justru menguat, seperti:
- Baht Thailand (menguat 0,30 persen)
- Won Korea Selatan (menguat 0,20 persen)
- Yen China (menguat 0,24 persen)
- Peso Filipina (menguat 20 persen)
- Dolar Singapura (menguat 0,8 persen)
Analis pasar keuangan menyoroti sejumlah faktor yang memengaruhi pergerakan rupiah, termasuk sentimen dari eksternal terkait potensi meredanya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China.
Presiden AS saat itu, Donald Trump, mengisyaratkan keinginan untuk mencapai kesepakatan dengan China yang akan menurunkan tarif perdagangan secara signifikan dari level saat ini. Pernyataan ini muncul setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa perang dagang AS-China tidak berkelanjutan dan mengharapkan adanya de-eskalasi dalam waktu dekat.
"Komentar Trump dan Bessent meningkatkan harapan bahwa Trump akan lebih jauh menarik kembali agenda tarifnya, mengurangi atau bahkan sepenuhnya meniadakan tarif perdagangan yang tinggi pada ekonomi-ekonomi utama," kata seorang analis.
Keputusan BI untuk mempertahankan suku bunga juga menjadi perhatian pasar. Ketidakpastian ekonomi global yang dipicu oleh tensi perang dagang, serta kekhawatiran terhadap tingkat inflasi domestik yang masih di bawah target BI, menjadi pertimbangan utama.
Untuk perdagangan Kamis (24/4/2025), para analis memperkirakan rupiah akan terus bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah, berada di rentang Rp 16.860 hingga Rp16.940 per dollar AS.