Ratusan Calon Kepala Sekolah Rakyat Lolos Seleksi, Target Operasional Juli 2025

Kementerian Sosial terus mematangkan persiapan pendirian Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengungkapkan bahwa proses seleksi calon kepala sekolah telah mencapai tahap signifikan. Lebih dari 500 calon kepala sekolah dinyatakan memenuhi persyaratan awal untuk mengikuti tahapan selanjutnya.

"Saat ini, fokus utama adalah finalisasi persiapan guru. Proses rekrutmen dan pelatihan guru sedang berjalan intensif," ujar Gus Ipul, sapaan akrab Menteri Sosial, usai meninjau pembahasan usulan penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Jakarta, Rabu (23/4/2025). Ia menambahkan, antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat tinggi. Buktinya, lebih dari 50 persen kuota siswa di 53 lokasi Sekolah Rakyat yang siap beroperasi telah terisi.

Program Sekolah Rakyat ini dirancang khusus untuk memberikan akses pendidikan berkualitas secara gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan. Konsep boarding school atau asrama menjadi pilihan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung perkembangan holistik siswa.

Lebih dari 280 kabupaten/kota di seluruh Indonesia telah memenuhi persyaratan dasar untuk menjadi lokasi Sekolah Rakyat, termasuk ketersediaan lahan dan dukungan administrasi. Kementerian Pekerjaan Umum juga dilibatkan untuk melakukan survei terhadap 80 lokasi potensial.

"Jika bangunan yang direvitalisasi atau direnovasi memenuhi standar untuk kegiatan belajar mengajar, kami akan mempertimbangkan untuk memulai operasionalnya tahun ini juga," tegas Gus Ipul.

Pemerintah menargetkan Sekolah Rakyat dapat mulai beroperasi pada Juli 2025. Program ini diharapkan menjadi solusi efektif dalam memerangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pendidikan yang inklusif dan merata.

Berikut adalah poin-poin penting terkait Sekolah Rakyat:

  • Target Penerima: Siswa dari keluarga miskin dan rentan.
  • Konsep: Boarding school (asrama).
  • Biaya: Gratis.
  • Target Operasional: Juli 2025.
  • Jumlah Lokasi Siap: 53 lokasi.
  • Jumlah Kabupaten/Kota Memenuhi Syarat: Lebih dari 280.

Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan dan pengentasan kemiskinan di Indonesia.