Siswa SD di Jakarta Timur Kenakan Seragam Pramuka, Kirimkan Doa untuk Paus Fransiskus di Kedutaan Vatikan

Kedutaan Besar Vatikan di Jakarta membuka pintunya bagi masyarakat yang ingin menyampaikan ungkapan doa dan simpati atas wafatnya Paus Fransiskus. Momentum ini dimanfaatkan oleh seorang guru dari sebuah sekolah dasar di Jakarta Timur untuk mengajak serta murid-muridnya secara langsung memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin tertinggi umat Katolik tersebut.

Suster Hedwigis, seorang guru, membawa serta para siswanya ke Kedutaan Besar Vatikan dengan harapan dapat memperkenalkan lebih dekat sosok Paus Fransiskus kepada generasi muda. Kebetulan, sekolah tempat ia mengajar, SD Santo Fransiskus III Kayu Putih, memiliki nama yang sama dengan Paus, menjadi pendorong utama bagi Suster Hedwigis untuk menanamkan nilai-nilai yang diperjuangkan oleh Paus Fransiskus kepada para muridnya. "Kami mengajarkan semangat sekolah kami, Santo Fransiskus, yang sama dengan nama Paus, sehingga menjadi motivasi utama kami untuk memperkenalkan beliau kepada anak-anak," ujarnya saat ditemui di depan Kedutaan Besar Vatikan.

Para siswa tampak rapi mengenakan seragam Pramuka saat mengunjungi Kedutaan Besar Vatikan. Suster Hedwigis menjelaskan bahwa nilai-nilai toleransi dan empati yang ditanamkan dalam kegiatan Pramuka sejalan dengan ajaran-ajaran yang disebarkan oleh Paus Fransiskus. "Dalam Pramuka, mereka diajarkan tentang toleransi dan empati terhadap sesama. Kebetulan hari ini adalah hari Rabu, saatnya mereka mengenakan seragam Pramuka," tambahnya.

Suster Hedwigis juga berbagi pengalamannya mengenai suasana di dalam Kedutaan Besar Vatikan saat mereka menyampaikan doa. Menurutnya, suasana terasa sangat khusyuk dan penuh dengan doa. "Di dalam, suasana dipenuhi dengan doa. Rosario terus dipanjatkan. Kami duduk dengan tenang, antre, dan semua hening, tidak ada yang berisik," ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa pengambilan foto di dalam Kedutaan Besar Vatikan sebenarnya tidak diperbolehkan. Namun, ketika Duta Besar Vatikan melihat para siswa yang mengenakan seragam Pramuka, mereka diberikan kesempatan istimewa untuk berfoto bersama. "Biasanya tidak diperbolehkan mengambil foto, terutama saat bertemu dengan Duta Besar. Kami menulis pesan singkat, menyampaikan doa atau pesan-pesan. Namun, karena kami mengenakan seragam Pramuka, kami diizinkan berfoto bersama Duta Besar," pungkas Suster Hedwigis.

Kunjungan para siswa SD Santo Fransiskus III Kayu Putih ke Kedutaan Besar Vatikan menjadi simbol penghormatan dan doa dari generasi muda Indonesia kepada Paus Fransiskus. Hal ini juga mencerminkan nilai-nilai toleransi dan empati yang terus ditanamkan di lingkungan pendidikan.