Malaysia Amankan Akses Pasar Kelapa Segar ke Tiongkok Setelah Penandatanganan Protokol Fitosanitasi
Malaysia telah resmi mendapatkan izin untuk mengekspor kelapa segar ke Tiongkok. Persetujuan ini menyusul penandatanganan nota kesepahaman (MOU) antara kedua negara yang berlangsung pada Rabu, 16 April 2025, bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Tiongkok Xi Jinping ke Malaysia.
Menteri Pertanian dan Ketahanan Pangan Malaysia, Datuk Seri Mohamad Sabu, dalam pernyataan resminya menyampaikan bahwa persetujuan ini merupakan hasil dari negosiasi intensif dan upaya berkelanjutan antara Malaysia dan Tiongkok untuk memperkuat hubungan perdagangan yang telah terjalin lama.
"Penandatanganan Protokol tentang Persyaratan Fitosanitasi untuk Ekspor Kelapa Segar dari Malaysia ke Tiongkok antara Kementerian Pertanian dan Ketahanan Pangan Malaysia (KPKM) dan Administrasi Umum Kepabeanan Tiongkok (GACC) adalah kunci untuk menjamin daya saing kelapa Malaysia di pasar Tiongkok," ujar Sabu.
Sabu menambahkan bahwa inisiatif ini juga akan memperkuat industri kelapa lokal dengan mendorong praktik pertanian yang baik dan sistematis di kalangan petani, sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan ketahanan pangan dan meningkatkan pendapatan ekspor pertanian nasional.
Pemerintah Malaysia berkomitmen untuk terus memastikan bahwa produk pertanian lokal memiliki akses ke pasar internasional, sehingga meningkatkan pendapatan masyarakat dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi negara.
Sebelumnya, Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim dan Presiden Xi Jinping menyaksikan penandatanganan 31 nota kesepahaman dan dokumen yang mencakup berbagai sektor kerjasama antara kedua negara. Salah satu poin penting adalah Nota Kesepahaman antara pemerintah Malaysia dan Kantor Berita Xinhua di bidang berita dan informasi. Kunjungan kenegaraan Presiden Xi Jinping ke Malaysia berlangsung dari tanggal 15 April 2025.
Indonesia sendiri telah memulai ekspor kelapa bulat ke Tiongkok. Pengiriman perdana kelapa Indonesia seberat 200 kilogram tiba di Fuzhou, Tiongkok, pada Sabtu, 12 April 2025.
Ekspor kelapa Indonesia ke Tiongkok ini menjadi sorotan utama dalam kerjasama ekonomi dan perdagangan yang semakin erat antara kedua negara, sekaligus menandai peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Tiongkok.
Pada November 2024, Administrasi Umum Kepabeanan Tiongkok mengumumkan izin impor kelapa segar dari Indonesia yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Dalam beberapa tahun terakhir, impor kelapa Tiongkok mengalami peningkatan, dan pasar impornya semakin beragam, termasuk Thailand, Vietnam, dan Kamboja.
Besarnya permintaan pasar Tiongkok memberikan peluang ekspor yang signifikan bagi kelapa dari Indonesia, yang merupakan salah satu produsen kelapa terbesar di dunia. Langkah Malaysia mengikuti jejak Indonesia membuka peluang lebih besar bagi kerjasama ekonomi di sektor pertanian antara negara-negara ASEAN dan Tiongkok.