Basilika Santa Maria Maggiore: Destinasi Abadi Paus Fransiskus di Luar Vatikan
Paus Fransiskus telah memilih tempat peristirahatannya yang terakhir, sebuah keputusan yang mencerminkan kesederhanaan dan kerendahan hatinya. Berbeda dengan tradisi pendahulunya yang dimakamkan di Vatikan, Paus Fransiskus memilih Basilika Santa Maria Maggiore di Roma, Italia, sebagai tempat peristirahatan abadi. Pilihan ini sejalan dengan wasiatnya, yang menekankan makam sederhana dengan inskripsi tunggal: "Fransiskus" dalam bahasa Latin.
Basilika Santa Maria Maggiore, salah satu dari empat basilika kepausan utama di Roma, memiliki nilai sejarah dan spiritual yang mendalam. Dibangun pada abad ke-5 dan didedikasikan untuk Maria, Bunda Yesus Kristus, gereja ini merupakan salah satu gereja Maria terbesar di Roma. Terletak di Bukit Esquiline, basilika ini memukau pengunjung dengan mosaik-mosaiknya yang indah, langit-langit emas yang megah, dan ikon Salus Populi Romani, sebuah lukisan minyak Perawan Maria dan Anak Kristus yang sangat dihormati yang dikaitkan dengan Santo Lukas sang Penginjil.
Basilika ini telah menjadi tempat ziarah pribadi bagi Paus Fransiskus selama bertahun-tahun. Sebelum dan sesudah perjalanan internasional, ia sering mengunjungi basilika ini untuk berdoa. Tercatat, ia telah melakukan lebih dari 100 kunjungan selama masa kepausannya hingga tahun 2023.
Keputusan Paus Fransiskus untuk dimakamkan di Basilika Santa Maria Maggiore menandai perubahan signifikan dalam tradisi kepausan. Dia akan menjadi paus pertama dalam lebih dari satu abad yang dimakamkan di luar Basilika Santo Petrus, tempat sebagian besar paus (sekitar 140-265 paus) dimakamkan. Paus terakhir yang tidak dimakamkan di Basilika Santo Petrus adalah Paus Leo XIII, yang dimakamkan di Gua Vatikan pada tahun 1903, tetapi kemudian jenazahnya dipindahkan ke Basilika Santo Yohanes Lateran pada tahun 1924.
Paus Fransiskus wafat pada hari Senin, 21 April, pada usia 88 tahun. Sebelum meninggal, ia sempat menjalani perawatan medis akibat stroke dan serangan jantung. Sehari sebelumnya, ia masih terlihat di publik saat memimpin perayaan Paskah di balkon utama Basilika Santo Petrus, di mana ia menyerukan gencatan senjata segera di Gaza dan menyampaikan berkat 'Urbi et Orbi'. Paus tidak memimpin Misa Paskah atas saran dokter.
Basilika Santa Maria Maggiore bukan hanya sebuah bangunan megah dengan arsitektur yang mempesona, tetapi juga sebuah simbol iman, sejarah, dan devosi. Pilihan Paus Fransiskus untuk dimakamkan di sana semakin memperkuat signifikansi basilika ini sebagai tempat suci dan pusat spiritual bagi umat Katolik di seluruh dunia.