Teror Ular Piton di Sumenep: Memangsa Ayam Peliharaan, Warga Resah
Warga Desa Batuan, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dikejutkan dengan kemunculan seekor ular piton di kandang ayam milik salah seorang warga bernama Heri. Kejadian ini bukan pertama kalinya, namun tetap menimbulkan keresahan di kalangan warga setempat.
Peristiwa bermula ketika Heri hendak memberi makan ayam-ayamnya pada Selasa (22/4/2025) sekitar pukul 05.00 WIB. Betapa terkejutnya ia mendapati seekor ular piton berukuran cukup besar berada di dalam kandang. Lebih mengerikan lagi, satu ekor ayam peliharaannya telah menjadi santapan reptil tersebut, sementara satu ekor lainnya ditemukan mati mengenaskan.
"Saya menemukannya melingkar di pojok kandang, sepertinya kekenyangan," ungkap Heri, menggambarkan kondisi ular piton tersebut saat pertama kali ditemukan. Ia menduga, ular tersebut berasal dari area hutan jati, semak belukar, dan persawahan yang terletak di belakang rumahnya.
Kejadian serupa pernah dialami Heri pada momen Lebaran tahun sebelumnya, yang semakin memperkuat dugaan bahwa area di sekitar rumahnya menjadi habitat ular piton. Merasa khawatir dengan keselamatan warga dan ternak peliharaan, Heri segera melaporkan kejadian ini kepada pihak berwenang.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumenep melalui Bidang Pencegahan dan Pemadam Kebakaran (Damkar) segera menerjunkan tim ke lokasi. Setibanya di tempat kejadian, petugas mendapati ular piton tersebut masih berada di dalam kandang ayam.
Dengan menggunakan peralatan khusus dan Alat Pelindung Diri (APD), petugas Damkar berupaya mengevakuasi ular piton tersebut. Proses evakuasi berjalan lancar, meskipun ular tersebut masih dalam kondisi mencerna mangsanya. Sebelum ular dievakuasi, ayam-ayam yang masih hidup di dalam kandang diamankan terlebih dahulu.
"Ular setelah makan biasanya tidak bisa langsung bergerak karena harus mencerna makanannya terlebih dahulu," jelas Sugianto, Kepala Bidang Pencegahan dan Damkar Satpol PP Kabupaten Sumenep. Ia menambahkan, ular tersebut biasanya akan memuntahkan mangsanya jika merasa terganggu, namun karena lehernya sudah terlanjur menelan ayam, mangsa tersebut tetap berada di dalam perutnya.
Keberhasilan evakuasi ular piton ini memberikan rasa lega kepada Heri dan warga sekitar. Namun, kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi ancaman hewan liar, terutama di wilayah yang berdekatan dengan habitat alami mereka. Pemerintah daerah setempat diimbau untuk melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai cara penanganan yang tepat jika menemukan hewan liar di lingkungan tempat tinggal.
- Antisipasi Dini: Masyarakat diimbau untuk secara rutin membersihkan lingkungan sekitar rumah dari semak belukar dan tumpukan sampah yang dapat menjadi tempat persembunyian ular.
- Pengamanan Kandang: Kandang ternak sebaiknya dibangun dengan konstruksi yang kuat dan rapat untuk mencegah hewan liar masuk.
- Lapor Cepat: Jika menemukan ular atau hewan liar lainnya, segera laporkan kepada pihak berwenang untuk mendapatkan penanganan yang tepat.