Waspada! Penyakit Kulit Mengintai dari Balik Tren Thrifting
Demam thrifting atau berburu pakaian bekas kian menjamur di kalangan masyarakat. Namun, di balik kesenangan mendapatkan pakaian unik dengan harga miring, tersembunyi potensi risiko kesehatan yang perlu diwaspadai. Seorang pengguna TikTok baru-baru ini membagikan pengalamannya terkena penyakit kulit moluskum setelah menggunakan pakaian thrift tanpa dicuci terlebih dahulu.
Moluskum Kontagiosum: Infeksi Virus yang Menular
Moluskum kontagiosum adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh virus dari kelompok poxvirus. Infeksi ini ditandai dengan munculnya benjolan kecil berwarna putih atau merah muda pada kulit. Benjolan ini umumnya memiliki lekukan di bagian tengahnya. Penularan virus moluskum dapat terjadi melalui kontak langsung dengan kulit penderita atau melalui benda-benda yang terkontaminasi virus, seperti handuk, pakaian, atau alat cukur.
Dokter spesialis kulit, Ruri Diah Pamela, menjelaskan bahwa ada kemungkinan penularan virus moluskum melalui pakaian bekas yang belum dicuci atau disterilisasi. Risiko ini akan semakin tinggi jika pakaian tersebut sebelumnya dikenakan oleh penderita moluskum.
Risiko Kesehatan Kulit Akibat Thrifting
Selain moluskum, terdapat beberapa risiko kesehatan kulit lain yang perlu diperhatikan saat membeli pakaian thrift, di antaranya:
- Infeksi kulit akibat bakteri dan virus: Pakaian bekas berpotensi menjadi media penularan berbagai jenis bakteri dan virus penyebab infeksi kulit, seperti impetigo dan skabies.
- Reaksi alergi: Residu detergen, parfum, atau bahan kimia lain yang menempel pada pakaian bekas dapat memicu reaksi alergi pada kulit.
- Iritasi kulit: Bahan pakaian yang kasar atau telah mengalami proses kimia tertentu dapat menyebabkan iritasi pada kulit, terutama bagi mereka yang memiliki kulit sensitif.
Tips Aman Thrifting
Untuk tetap dapat menikmati kegiatan thrifting tanpa mengorbankan kesehatan kulit, berikut beberapa tips yang dapat diikuti:
- Cuci pakaian dengan air panas dan detergen: Langkah ini penting untuk menghilangkan kotoran, bakteri, dan virus yang mungkin menempel pada pakaian.
- Setrika pakaian dengan suhu tinggi: Panas dari setrika dapat membantu membunuh kuman yang mungkin masih tersisa setelah dicuci.
- Hindari berbagi pakaian dengan orang lain: Hal ini untuk mencegah penyebaran infeksi kulit.
- Perhatikan kondisi kulit setelah memakai pakaian thrift: Jika muncul gejala seperti gatal, ruam, atau benjolan, segera konsultasikan dengan dokter kulit.