Paus Fransiskus Ingin Dimakamkan di Basilika Santa Maria Maggiore, Melanggar Tradisi Pemakaman Vatikan
Paus Fransiskus, pemimpin tertinggi Gereja Katolik Roma, telah membuat permintaan yang tidak lazim terkait pemakamannya. Berbeda dengan tradisi yang telah berlangsung selama berabad-abad, Paus Fransiskus ingin dimakamkan di luar kompleks Vatikan, tepatnya di Basilika Santa Maria Maggiore, Roma. Keinginan ini menjadikannya paus pertama dalam lebih dari satu abad yang memilih lokasi pemakaman di luar gua-gua bawah tanah Basilika Santo Petrus.
Keinginan Paus Fransiskus untuk dimakamkan di Basilika Santa Maria Maggiore didasari oleh devosinya yang mendalam terhadap tempat tersebut. Jauh sebelum wafatnya, ia telah mengungkapkan bahwa ia merasakan ikatan yang kuat dengan basilika tersebut dan sering mengunjunginya untuk berdoa, terutama kepada Perawan Maria. Basilika ini juga menjadi tempat ziarah tradisional baginya sebelum dan sesudah setiap perjalanan ke luar negeri.
Paus Fransiskus juga menghendaki upacara pemakaman yang sederhana dan tidak berlarut-larut. Hal ini mencakup permintaan agar ia dimakamkan dalam peti jenazah kayu sederhana, berbeda dengan tradisi pemakaman paus sebelumnya yang menggunakan tiga peti jenazah yang terbuat dari berbagai jenis kayu. Selain itu, ia juga menolak untuk disemayamkan di atas panggung tinggi di Basilika Santo Petrus, melainkan jenazahnya akan dibiarkan berada di dalam peti dengan tutup terbuka agar para pelayat dapat memberikan penghormatan terakhir.
Pengumuman wafatnya Paus Fransiskus disampaikan oleh Kardinal Kevin Farrell, Camerlengo Vatikan. Kardinal Farrell mengumumkan bahwa Paus Fransiskus telah berpulang pada usia 88 tahun setelah sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit karena pneumonia. Paus Fransiskus dikenal sebagai paus pertama yang berasal dari Amerika Latin dan memimpin Gereja Katolik Roma sejak tahun 2013. Masa kepemimpinannya ditandai dengan berbagai upaya reformasi dan pendekatan pastoral yang menekankan pada belas kasih dan kepedulian terhadap kaum miskin dan terpinggirkan.
Berikut adalah poin-poin utama terkait permintaan pemakaman Paus Fransiskus:
- Lokasi pemakaman: Basilika Santa Maria Maggiore, Roma (di luar Vatikan).
- Jenis peti jenazah: Kayu sederhana (bukan tiga peti jenazah).
- Upacara penyemayaman: Jenazah di dalam peti dengan tutup terbuka (tidak disemayamkan di atas panggung).
Keinginan Paus Fransiskus ini mencerminkan kerendahan hati dan kesederhanaan yang menjadi ciri khas kepemimpinannya. Keputusannya untuk melanggar tradisi pemakaman Vatikan menunjukkan keberaniannya untuk melakukan perubahan dan menyesuaikan diri dengan nilai-nilai yang ia yakini.